Bismillaah..
Alhamdulillaah masih diberikan
kesempatan untuk dapat membuat coretan kisah ditengah detik-detik akhir
perjalanan di kampus tercinta. Penelitian baru saja usai, suka-duka yang sangat
terasa apalagi duka menjadi pemicu semangat untuk dapat berbuat lebih dan tentu
efeknya banyak, berat badan sih turun tapi pipi kok ngembang, wkwk. “Makin chubby aja lay”, barusan kata salah
seorang teman. Kujawab saja (ngeles kali
yaa) “Oh, ini mungkin efek bahagia insyaAllah ntar mau ketemu dosbing dan
penguji di sidang” Aamiin. Efek lainnya dari hal ini adalah menulis, yap menulis
menjadi salah satu cara ampuh ditengah-tengah ke-hectic-an ini. Semoga tulisan kali ini bisa memberi manfaat ataupun
inspirasi, kalau pun tidak, terimakasih banyak telah membaca coretan kisah yang
penulis tuangkan untuk melepas penat ini. Doakan tulisannya juga semakin
berkembang ya.. Hehe
Bulan ini masih Syawal yang
terhitung kurang 3 hari lagi lho, hayo siapa sahabat semua yang mau meng-qada’
puasa atau mau nambahin puasa syawalnya yang belum genap 6 hari, yuk
disegerakan untuk kebaikah mah gak baik ditunda-tunda kan. Karena hari ini
masih Syawal, izinkan saya menyampaikan kisah-kisah yg sudah terlewati selama
beberapa Syawal. Kenapa Syawal? Syawal juga memiliki beberapa keutamaan
antara lain puasa satu tahun, dalam sebuah hadist “Barangsiapa yang berpuasa
Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di Bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti
setahun penuh” (HR. Muslim no.1164). Keutamaan lainnya bulan Syawal juga
disebut bulan pernikahan. Yap, pada
zaman Rasulullaah ada keyakinan dan aqidah Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa
menikah di Bulan Syawal adalah kesialan dan tidak membawa berkah, Rasulullaah
membantah keyakinan itu dengan menikahi Aisyah Radiallaahu ‘anha. Aisyah
Radiallaahu ‘anha menceritakan, “Rasulullaah menikahiku di bulan Syawal, dan
membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka istri-istri
Rasululullah yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku,” (Perawi)
berkata, “Aisyah dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR.
Muslim). MasyaAllah, maka beruntunglah sahabat dan saudariku yang telah
menyempurnakan separuh agamanya di bulan Syawal. Bagi yang belum beruntung,
masih banyak waktu insyaAllah untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu,
tenang... Allah akan datangkan di waktu yang tepat dan dalam keadaan siap. Tapi
siap apa dulu ya? siap menikah atau siapkah kita dijemput oleh Malaikat
Izrail?
Ih kok pertanyaannya ngeri lay? Nah kita tidak bisa tahu siapakah
yang akan mendahului tapi yang pasti kita bisa siapkan diri kita mulai
sekarang. Let’s do everything Lillaahi Ta’ala..
Syawal kala itu (Part 1) sebuah Perpisahan.
Perpisahan mengajarkan bahwa semua yang ada di dunia tidak akan abadi apakah
itu hanya singgah lalu pergi, atau pergi lalu tak terlihat lagi karena telah
kembali ke haribaanya. Perpisahan mengajarkan ikhlas, sabar, dan menantang
sejauh mana kuatnya hati kita menerima ketetapan Allah. Yap ikhlas, mengikhlaskan
bukan sekedar melepas, mengikhlaskan berarti menyerahkan segala keputusan dan
menerima ketentuan-Nya (Trilogi Cinta Positif). Tak dipungkiri mungkin diawal
perpisahan terasa sesak yang amat dalam, tapi ingatlah itu pertanda bahwa Allah
mencemburui seseorang yang mencintai makhluk-Nya melebihi cinta kepada Allah.
Lalu apa yang bisa dilakukan? Bertahanlah, bertahanlah dari hawa
nafsu, ini bukan saatmu, bukankah tidak ada obat diantara 2 orang yang saling
mencintai selain menikah, maka jalan selain itu tinggalkanlah tanpa menggunakan
‘tapi’ sebagai bukti cintamu kepada Allah. Godaan syaitan cukup berat pada
hamba Allah yang sedang jatuh cinta, apapun bisa saja dilakukan. Maka banyaklah
beristighfar, mohon ampun pada Allah agar menetapkan hati ini selalu ada di
jalan-Nya. Dan tidak ada jalan lain selain halalkan atau tinggalkan. Maka
sebenarnya, itulah bukti cintamu yang sesungguh-Nya, kau menghindarinya dari
menabung dosa, kau menghindari perasaan cinta yang fitrah agar tidak ternoda,
kau mengutamakan ketaatan kepada Allah sebagai bukti cinta-Mu kepada-Nya. Kutipan kalimat Tere Liye “Jika
dua orang memang benar-benar saling menyukai satu sama lain itu bukan berarti
mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua
memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi ‘hadiah’ yang hebat untuk
oramg-orang yang bersabar. Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah
diri untuk terus menjadi lebih baik, bukan dengan melanggar banyak larangan.
Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin
besar, atau semakin memudar”. Maka ingatlah janji Allah, barangsiapa mencintai
Allah, maka Allah akan berikan cinta-Nya dari segala penjuru, termasuk cinta si
dia untukmu. Jika ia memang jodohmu, Allah yang akan menggerakkan hatinya,
Allah yang akan memudahkan langkahnya menujumu. Maka, sekali lagi do everything
Lillaahi Ta’ala.
Syawal selanjutnya (Part 2)
indahnya Pertemuan. Kisah pertemuan ini bukan lanjutan kisah dari part 1 ya
sahabat, kelanjutan episode part 1 sudah diserahkan pada Allah bagaimana
rangkaian kisah dari-Nya akan terjawab disaat yang tepat (Mohon doanya yaa..).
Kisah pertemuan indah kali ini melahirkan sesuatu yang membuat banyak orang
terengah dan rindu. Kenapa terengah? Ya, karena pertemuan ini bermula dari 2
orang sahabat yang hanya menyampaikan impian yang sama ya hanya sekedar obrolan
biasa. Lalu bagaimana mewujudkannya? Ada saja jalannya, kami berdua mencoba
mewujudkan impian itu dengan menyambung silaturrahiim, menghubungi
sahabat-sahabat semasa SMA yang Qodarullaah mereka sangat antusias untuk sama-sama
membangun komunitas ini. Hingga akhirnya kami menamakan komunitas ini ‘Sahabat
Muslimah Bondowoso’ yang mempunyai harapan besar untuk saling menyambung
silaturrahiim sesama sahabat muslimah di kota kami tercinta, berbagi pengalaman
positif, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan saling menyemangati dalam
hijrah di jalan Allah, as we know lah
hijrah sendirian itu nggak asik, ya kan. Dan jelas terlihat antusiasme
sahabat-sahabat Bondowoso yang luar biasa, tepat pada bulan Syawal kita pun
berhasil mengadakan seminar kemuslimahan pertama di Bondowoso dan yang ikutan
juga gak sedikit lho, diluar ekspektasi malah, bahagianya luar biasa. Kesan dan
pesan positif banyak mendukung perjalanan kami membangun komunitas SMB ini,
bersama 2 orang senior keren yang menjadi penasihat kami serta sahabat-sahabat
komite SMB yang ghiroh-nya luar biasa
kami membuat berbagai program khusus untuk sahabat-sahabat yang sudah bergabung
dengan SMB. Meskipun program kami kebanyakan hanya via online, tapi tak
menyurutkan semangat kami untuk terus saling mengingatkan dan menyemangati
dalam kebaikan. Banyak sahabat yang sangat mengapresiasi komunitas ini, mereka
mengatakan ingin selalu ada di grup SMB yang insyaAllah bisa terus belajar dan
memotivasi untuk istiqomah, manfaat yang didapat juga sangat banyak,
MasyaAllah, Barokallah SMB. Akhir-akhir ini kami tahu banyak sahabat-sahabat
SMB yang rindu dengan keramaian grup lagi, sabar ya sahabat, sebentar lagi
insyaAllah, karena kebanyakan komite SMB adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang
berjuang dengan tugas akhirnya. InsyaAllah kita akan segera bersua kembali,
titip doa untuk SMB dan kita semua agar selalu istiqomah berada di jalan dakwah
yang Allah ridhoi. Aaamiin
(Buat
para pembaca yang masih penasaran dgn SMB, soon penulis akan berkisah lebih
dalam tentang SMB ya, dan sahabat muslimah yang penasaran ingin bergabung
dengan SMB harap bersabar menunggu open recruitment lagi ya. It’s my unexpected
experience ever, Doakan yang terbaik untuk SMB ya sahabat..)
.......................................to be continued.......................................
SYAWAL BERKISAH (2)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar