Sabtu, 22 Oktober 2016

Langkah Mungil Jamaah Sholat Jumat



Assalamu’alaikum...
        Apa kabar hari ini ukhti, akhi? Semoga kabar baik masih dengan nikmat iman, islam dan istiqomah. Aamiin..
       Hari ini coretanlayla mau bahas tentang yang spesial-spesial ni, eits bukan kado spesial, makanan spesial, apalagi orang spesial, ups. Coretanlayla kali ini tentang hari spesial, yap hari spesial umat Islam khususnya, hari dimana layaknya hari raya umat Islam, ada keutamaan diantara hari lainnya so spesial kan, pasti udah tahu kan What day is it? Jumu’ah Mubarok, yap hari Jumat.
         Membaca kata Jumat, selintas mungkin teringat yang serem-serem yang sering muncul di film bahkan sinetron hingga ftv yang hits di Indonesia yang sering tayang kamis atau malem jumat pasti film atau sinetron horor. Malam jumat memang identik dengan horor, keluarnya hantu lah, harinya hantu cari mangsa lah, dkk. Padahal apa yang salah, padahal ya meet upnya ya juga dengan sesama makhluk Allah, meet up dengan jin so ngapain takut kan, wkwk ngawur.  Itu salah, salah besar guys. Kenapa sih malem jumat selalu dikaitkan dengan hal begitu? Ya pasti antara lain akibat sugesti yang muncul tiap ada tontonan horor, yang katanya mitos dari nenek moyang, bahkan kebiasaan dari omongan sana-sini yang gampang mencerna dan percaya tentang hal itu. Tapi gak dipungkiri guys, namanya sudah menjadi kebiasaan yang membudaya dengan pemahaman seperti itu, so manusia itu unik, yaudah dihargai juga aliran mereka. Hehe
Tapi kita sebagai umat muslim apa harus juga memaknai malam jumat ataupun hari jumat sedemikian rupa? No, hari jumat gak ada bedanya dengan hari lainnya kok, cuma dalam Islam jumat itu istimewa. Kenapa? Yuuk kita bahas
Pernah denger kata “Jumat Mubarok” ya jumat barokah, hari yang diberkahi Allah, hari dimana umat Islam mendapatkan beberapa keutamaan. Salah satu yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yakni Sholat Jumat. Kenapa sih harus sholat Jumat? Perintah sholat Jumat sudah tertuang dalam firman Allah SWT,
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Q.S Al-Jumu’ah : 9)
Sebegitu berharganya sholat Jumat hingga pada Allah memerintahkan untuk menyegerakan sholat Jumat dan meninggalkan kegiatan-kegiatan lainnya terlebih dahulu. Dan seperti kita tahu, sholat jumat ini hukumnya wajib ya khususon untuk para ikhwan atau laki-laki yang sudah baligh.
Jangan sediakan banyak alasan untuk tidak melaksanakan sholat Jumat, yang katanya sibuk lah, nanggung ngerjain ini lah, mending bobo ciang lah, atau ada yang udah usaha datang sholat Jumat sih, eh datangnya pas udah mau sholat dua rakaat terakhir, katanya mending telat daripada nggak sama sekali, Gubrak, Salah bro, Jelas salah, teori apaan dari zaman mana tu, Hehe
Janganlah sekali-kali mencoba lalai dalam urusan ibadah ya, bukannya si writer udah mantap ni, but kita semua harus terus belajar dan berusaha menjadi hamba terbaik. Ingat karena kita di dunia berbatas waktu, jangan sia-siakan waktu kita agar tidak merugi. Seperti dalam Kalam Allah Surat Al-‘Asr yakni “Demi Masa, Sesungguhnya manusia benar-benar ada dalam kerugian”
Yap itulah bagi mereka yang gak bisa memanfaatkan waktu atau masanya dengan benar, rugi jelas rugi. So, luangkan waktu sekitar beberapa menit saja untuk ibadah, termasuk sholat jumat ya, Sholat gak bakalan makan waktumu 24 jam, gak bakalan menunda urusanmu selesai, bahkan dengan sholat semua urusan apapun Insyallah dimudahkan, Allah dulu yaa
Pernah nih si writer dalam perjalanan menuju kampung halaman kurang lebih 1 jam lagi menuju rumah, tepat saat itu adalah hari Jumat, dan bertepatan Adzan berkumandang, kendaraan yang saat itu berada di lampu merah menjadikan kesempatan bagi writer untuk sejenak menikmati suasana sekitar daerah itu walaupun hanya dari dalam bis. Pemandangan yang menyejukkan, melihat seorang bocah laki-laki dengan baju koko yang satu set dengan celananya dilengkapi dengan sepasang sandal jepitnya melangkah mantap menuju masjid yang ada di depannya. Di tengah terik siang yang menurut writer itu cukup panas, tapi tak menyurutkan langkahnya yang hanya seorang diri menuju masjid.
Sontak hati ini bergumam, MasyaAllah langkah-langkah mungil itu InsyaAllah dinilai berpahala besar sekarang, langkah-langkah mungilnya menuju masjid itu seakan membawa banyak keberkahan untuknya, mungkin di bagian daerah yang lain banyak anak seusianya di waktu itu menghabiskan waktu untuk bermain, menonton TV di rumah, atau mungkin tidur siang dengan lelapnya. Tak lama, bis mulai meninggalkan lampu merah, mata ini tetap saja kagum memandang mantap langkah si mungil itu seraya berkata dalam hati, “Barokallah dek, semoga Istiqomah sampai nanti” dan ada harapan terlintas semua bocah laki-laki bisa memiliki semangat seperti adek itu termasuk adik-adik writer sendiri dan bahkan anak laki-laki kita semua nanti, Aamiin.
Nah cerita itu sungguh menjadi suatu cambukan bagi teman-teman ikhwan juga  maupun kita yang mempunyai adik atau kakak laki-laki untuk selalu mengingat hari Jumat dan mengerjakan amal-amal sholih termasuk ibadah sholat Jumat di hari itu. Tak merasa malukah dengan si adek laki-laki yang begitu semangatnya melangkah menuju masjid untuk sholat Jumat? Muhasabah diri kita masing-masing, perbanyaklah istighfar, istiqomahlah beribadah :)
Wassalamu’alaikum...

Rabu, 19 Oktober 2016

Metamorfosa Impian



Alhamdulillah...
Satu kalimat yang indah mengawali hari ini, sangat bersyukur masih diberi nikmat iman dan sehat luar biasa. Semua harus diyukuri, apapun itu karena semua sudah Allah goreskan dengan indah setiap apapun yang akan terjadi pada setiap hamba-Nya. Jangan khawatir, Allah pasti memberikan yang terbaik apapun itu tampaknya, meski terkadang yang tampak dimata kita mungkin dianggap buruk atau musibah. Ingatlah penggalan kalimat dalam Al-Qur’an “Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. Semua yang terjadi pada kita telah Allah setting sedemikian rupa dan akan ada hikmah dibaliknya bagi kita umatNya yang benar-benar mampu memahami kuasaNya.
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita masing-masing hari ini ke depan ataupun besok dan seterusnya. Tomorrow is mystery, yap misteri Ilahi. Eh jadi kaya judul sinetron, hehe. Memang semua yang akan terjadi kita tidak tahu, kita hanya perlu mempersiapkan diri dan mampu menghandle diri bagaimana cara kita menerima dan menjalani hari kita dengan selalu berhusnudzan kepada Allah SWT.
Bicara tentang besok ataupun yang akan terjadi atau istilahnya masa  depan pasti erat kaitannya dengan cita-cita, keinginan, dan harapan. Semua manusia di dunia pasti punya keinginan dan harapan yang indah. Cita-cita indah yang ingin diraih di masa depan pastilah dimiliki. Namun apa yang terjadi selama pengalaman hidup kita hingga belasan bahkan menuju puluhan tahun ini, tidak semua yang kita inginkan berjalan sesuai harapan kita, tidak semua keinginan kita tercapai, begitupun dengan cita-cita. Ya, hidup ini tidak datar, bahasa di iklan sih Life Is Never Flat, hehe. Tapi emang bener, perjalanan hidup tidaklah selalu mulus kawan, ada saja cobaan yang datang dalam hidup kita bahkan hingga merenggut harapan dan cita-cita. Bayangkan jika semua harapan dan keinginan di dunia terwujud, pasti udah gak inget yang namanya surga lagi karena semua udah didapet di dunia, bener gak?
Jadi teringat cita-cita yang dimiliki si tokoh “Bulan “ yang begitu kuat dulunya, tapi apa dengan cita-cita diiringi keinginan kuat dan usaha sekuat yang Bulan mampu itu tercapai? Tentunya iya, iya salahnya alias tidak. Sedihkah? Pastinya iya bahkan sangat, hehe dulunya. Merasa buntu harus melakukan apa lagi atau bisakah Bulan memindahkan cita-cita dan keinginannya? Rasanya sangat tidak bisa, itupun dulunya.
Itulah yang seorang gadis sebut saja Bulan  rasakan sekarang, cita-cita menjadi tenaga kesehatan berjas putih itulah yang sangat Bulan inginkan. Menurut Bulan itu cita-cita yang mulia, membantu banyak orang dan mengabdi untuk masyarakat menjadi penguat keinginan Bulan mengapa harus memiliki cita-cita seperti itu. Lalu diam, tentu tidak bisa. Banyak usaha yang telah Bulan lakukan, bahkan udah mulai nyicil dari awal SMA dengan cita-cita yang sama. Berusaha melakukan yang terbaik di setiap kesempatan, berdoa tak henti dan tentunya memohon restu kedua orangtua dan guru, rasanya semua orang sudah tahu apa yang si Bulan inginkan. Penuh rasa yakin memang, guru-guru pun mendukung dengan begitu yakinnya. Tapi apa yang terjadi? Si Bulan gagal, gagal dan gagal. Sedih? Pasti sangat sedih, rasanya ingin menutup diri saja dari dunia. Maafkan sedikit alay, itu dulunya, hehe.
Kembali ke point “itu dulunya?” lalu apa yang terjadi pada si Bulan sekarang? Masih mengunci diri sambil menangis di dalam kamar kah? Stress? Susah move on?atau bahkan Gila? Jawabannya ya, ya itu salah. Sangat salah.
“Hey, guys hidupmu cuma sekali, dunia itu luas, kamu satu, dunia itu luas, sebegitu penuhkah dunia hingga gak sanggup menampungmu,tak mampu menjadi lahan menyambut impianmu? Jangan berpikir sempit, Allah SWT menganugrahkan kita otak dan berdinamo spesial yakni “akal”. So, gunakanlah itu untuk meneruskan langkahmu kedepan dengan diiringi doa dan tawakkal pada Allah. “
Salah satu kalimat itulah yang menjadi cambuknya dan renungan untuknya untuk memulai langkah baru. Semua berubah ketika kasih sayang Allah dan kedua orangtuanya menjadi sinar terang dalam pencarian jalannya. Dengan restu tulus orangtua, Si Bulan mencoba lagi dengan penuh keikhlasan dan niat yang murni dengan satu keyakinannya “menjadi pengabdi masyarakat, dan bermanfaat bagi orang lain bahkan tanah kelahirannya sendiri”. Keyakinan itulah yang membawa si Bulan tetap memilih dunia kesehatan yang menurutnya adalah panggilan hatinya yang tak bisa ia pungkiri, bukan dunia jas putih itu lagi, namun dunia baru yang sebenarnya sudah ia tahu sejak SMA.
Dengan langkahnya ia menyusuri jalan itu dengan dukungan penuh dari kedua orangtuanya, banyak tantangan awalnya dengan menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya, kesasar tempat tes, bahkan harus bolak-balik untuk serangkaian tes lainnya yakni tes kesehatan fisik dan psikis. Rencana Allah memang indah, meski harus menjalani ini-itu, Bulan mampu melewati semua dan akhirnya ia resmi menjadi mahasiswa salah satu Politeknik Kesehatan Negeri dibawah Kementerian Kesehatan RI itu. Ada rasa bangga tersendiri yang ia rasakan, mengingat dari jalur tes dengan mencapai ribuan peserta hingga rangkaian tes akhir ia mampu melewatinya dengan izin Allah. Ia berharap inilah jalan dari Allah,  inilah langkah awal baginya untuk menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain segera.
Masyallah walhamdulillah itulah kalimat indah yang sering terucap haru oleh Bulan saat ini. Sedikit demi sedikit ia mulai menemukan kebahagian dan jati diri cita-citanya disini. Bertemu dengan teman-teman yang begitu spesial, mengenal dosen hingga begitu dekatnya, dipercaya banyak orang untuk mengemban amanah di beberapa organisasi hingga menjadi pengurus organisasi rasanya merupakan hal yang luar biasa. Mulai mencoba mengukir prestasi walau sedikit demi sedikit di kampus tercinta dan melihat kedua orangtua penuh syukur haru dan bangga adalah sedikit demi sedikit impian yang mulai Bulan dapatkan. Tentang mimpi pengabdian dan bermanfaat bagi orang banyak itu, disinilah Bulan mulai dapatkan pula sekarang, diawali dengan menjadi panitia pengabdian masyarakat untuk kampus di jurusannya, diberi kesempatan bertemu pasien dan menimba ilmu di rumah sakit, mendapat pengalaman di posyandu, dan membantu pemkot rantauannya dalam pelaksanaan program keluarga sadar gizi dengan menjadi bagian pembimbing bersama dosen, mengenal banyak orang, berbagi ilmu dan melihat tawa riang para balita merupakan anugrah dan pengalaman hidup luar biasa yang ia rasakan. Mungkinkah ia dapatkan jika ia tidak disini sekarang? Tentu jawabannya tidak. Rasanya sedikit banyak impian yang dulu ingin Bulan capai, sedikit demi sedikit ia mencapainya disini. Masyaallah, betapa indah rencanaMu yaa Rabb
Mulai detik kehidupannya kini pun, dengan disertai ikhtiar dan tawakkal kepada Allah, Bulan terus berharap bisa melanjutkan perjuangannya hingga begitu banyak menebar manfaat untuk orang lain terlebih untuk tanah kelahirannya nanti. Tak ada lagi bayang-bayang cita-cita dulu yang begitu kuat dipegangnya, tidak lagi. Sebaik-baik rencana manusia, Allah SWT lah yang Maha Tahu yang terbaik untuk umatNya.  Kini tengoklah ke depan, hey dunia itu  luas, temukan dirimu dimana tempat kau akan meraih puncak impianmu yang sebenarnya.
Jangan pantang menyerah, gagal coba lagi, gagal coba lagi, Allah tidak akan memberi cobaan melampaui batas hamba-Nya, ingat Allah punya rencana terbaik dan terindah yang akan didapat disaat dan waktu yang tepat. Jangan jadikan cobaan dan rintangan di hidupmu adalah beban, beban yang berat sekali lagi jangan. Jadikan ia tantangan yang harus kamu lewati untuk naik level menuju dirimu yang tangguh, lebih baik dan pastinya extraordinary. Jadilah dirimu sendiri, setiap orang telah Allah anugrahkan kemampuan masing-masing, kita masing-masing memiliki keistimewaan sendiri yang tidak dimiliki orang lain. Yakinlah, bersabarlah, berjuanglah, dan tawakkallah kepada Allah SWT.
Tetaplah tersenyum sahabat dimanapun kau memulai perjuangan sekarang untuk sukses dunia dan akhiratmu di masa datang, selain senyummu itu ibadah :)