Jumat, 12 Februari 2016

Assalamu'alaikum Ukhti...



Assalamu’alaikum...
Sebuah kata pembuka terindah yang menyejukkan. Kata Assalamu’alaikum bukan sekedar kata pembuka biasa setingkat “Hi”,”Hello”,”Hallo”,”Woy”,”Ker” (dibalik, rek), dan lain sebagainya. Ada doa didalamnya, ya doa. Sapaan sekaligus kita mendoakan orang yang kita temui dimanapun, Masyaallah.
      Coba kita telaah, “Assalamu’alaikum” ada kata “salam” di dalamnya yang artinya selamat, coba juga kita perhatikan kata “Islam” dari kata “salam” selamat pula artinya. Dalam sebuah hadist, Al- Bara’ bin ‘Azib menukilkan sabda Rasulullah “Sebarkanlah salam, niscaya kalian akan selamat” (HR. Ahmad, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no.604:hasan).
Ya, begitu indahnya kata itu jika kita bisa menebarkannya setiap waktu. Doa selamat bagi para saudara kita sesama muslim, begitu mulianya seakan kita selalu mendoakan kebahagiaan dan keselamatan bagi orang lain. Ya, begitulah agama kita mengajarkan pentingnya kebersamaan, menghilangkan keegoisan dan merekatkan rasa saling peduli terhadap sesama.
Assalamu’alaikum...
         Ini bukan hanya sekedar kata yang layla pilih untuk memberi judul blog dan judul tulisan “grand opening” kumpulan coretanlayla kali ini. Selain karena penjelasan yang udah laila tulis diatas tadi, ternyata banyak arti dari kata ini yang mampu menghijrahkan sekumpulan mahasiswi (yaa...kami). Hehe
          “Assalamu’alaikum Ukhti..” Yuuk para ukhti jawab “Wa’alaikumsalam Wr.Wb”
          Yaa kata kata “Assalamu’alaikum Ukhti” dipopulerkan oleh salah satu teman seperjuangan yang terjadi saat teman layla itu tiba-tiba entah karena kesamber gledek, atau karena syndrom kebahagiaan uas dan ujian praktek yang telah usai, dengan begitu senangnya keluar kamar asramanya menuju kamarku dengan mencoba menggunakan hijab syar’i. Udah deh setelah selesai benahin hijab syar’inya, dia langsung aja menuju dua kamar di asrama sambil meletakkan tangannya di depan dada bak iklan mainstream pas Ramadhan sambil berkata “Assalamu’alaikum Ukhti..” dengan senyum yang mengembang. Serentak, kita-kita menjawab salam dan akhirnya gak bisa menahan tawa karena tingkah lakunya. Tapi temen layla itu terus aja senyum-senyum di depan kaca sambil berkata, “Subhanallah..akhirnya aku bisa Assalamu’alaikum” wkwk. Yaa kata-kata Assalamu’alaikum dalam hal ini berarti yaa jadi ukhti, muslimah yang bener-bener mau belajar menaati Allah SWT dalam hal penampilan menurut syariat. Layla benar-benar gak bisa menahan tawa sekaligus merasa teduh melihat teman yang mulai belajar untuk berhijrah, sontak hati ini juga mendoakan “Istiqomahlah, ukhti, Aamiin..”. Jadi semenjak itu, temen-temen kalau pada mau keluar dari sarang kita (Asrama) pada berhijab gaya Assalamu’alaikum deh jadinya ^-^. Masyaallah..
Assalamu’alaikum...
          “Aku mau benahi diri ah, biar nanti aku dapat jodoh yang Assalamu’alaikum” Hadeee -_­­-. Begitu yang layla ingat pula dari ucapan salah satu teman laila (lagi). Pada ngerti kan maksudnya, Assalamu’alaikum di sini yang pasti artinya pemuda yang sholeh,taqwa, so perfect lah dalam hal ilmu dan agama. Yaah beginilah obrolan para beberapa mahasiswi yang haus jodoh. Ups, maklum udah gede, mau ngomongin apa lagi kan. Wkwkwk
Jadi deh, setiap para sekumpulan mahasiswi ini ni ketemu sama pemuda tipe beginian langsung deh nyeletuk, “eh, ada Assalamu’alaikum” Hadee -_- (itu bukan saya) Wkwk
          Begitulah beberapa makna kata “Assalamu’alaikum” yang ada di lingkungan sekitar eh bukan lingkungan dekat  layla banget malah, hhehe
Tapi maksud dari terjemahan-terjemahan asal kita itu positif kok, yap semuanya beraroma hijrah. Hijrah menjadi lebih baik lewat penampilan yang syar’i, hijrah mengubah stigma cowok cool yang jadi incaran cewek masa kini jadi istilah cowok coolo’dimasjid (kull lo’ di masjid) gini banget maksanya :D. Yaa dari kata-kata ini, sebenernya secara gak langsung menumbuhkan motivasi buat kita untuk jadi lebih baik. Simple kan, cuma dari kata “Assalamu’alaikum”.
          Jadi gak salah kan kalau layla memberi title si kumpulan coretanlayla kali ini dengan #Assalamu’alaikumHarIni, ada doa didalamnya juga banyak kenangan di dalamnya. Tulisan yang layla produksi dalam blog ini bukan untuk menggurui, menegur atau menyinggung para pembaca walaupun mungkin ada yang merasa menyenggol sedikit, hehe. Maafkan sahabat, tapi bukan untuk tujuan negatif ya, disini layla sekedar meneruskan sedikit passion sayang jika tidak dituang, berbagi cerita dan pengalaman dan harapannya kita juga bisa berdiskusi dan berbagi ilmu. Maka dari itu sahabat, komentar, kritik dan saran kalian sangat layla harapkan disetiap coretan yang layla produksi untuk motivasi dan acuan layla sendiri dalam niat terus berbagi dengan dakwah melalui tulisan nan santai. Selain itu, saling mengingatkan dalam hal kebaikan berpahala pula kan.
         Tengok lagi Al-Qur’an surat Al-‘Asr yuuk “Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Nah, sudah terpampang jelas ya dalam pedoman dunia-akhirat kita. Maka dari itu sahabat, ayo saling mengingatkan dan menasihati dalam kebaikan untuk sesama kita yang tidak sempurna ini.
       Tertuang harapan hari-hari para sahabat sahabati semua selalu diberkahi Allah SWT, memperoleh kedamaian dan keselamatan. Aamiin..
Harapan yang lainnya adalah agar coretan-coretan yang diproduksi dari blog ini bisa menjadi inspirasi maupun motivasi untuk berhijrah lillaahi ta’ala ya... Aamiin Allahumma Aamiin.

Keep Hamasah, ukhti waa akhi (biar adil, layla kasih akhi deh yaa )^^

Wassalamu’alaikum Ukhti waa Akhi...

Pejuang Subuh Bikin Luluh



Assalamu’alaikum sahabat sahabati..
Coretan kedua terproduksi, yuuk tengokin

         “Assholaatu khoirumminannauum...”, Sholat itu lebih baik daripada tidur. Kalimat indah ini selalu teriang menyambut fajar. Pengingat kita, panggilan kita untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta di permulaan fajar. Tapi bagaimana respon kita, tak dipungkiri pasti diantara kita malah menaikkan posisi selimut, melungker ngalahin ulat, pura-pura gak denger lanjut tidur lagi, ngerasa tiba-tiba di kutub utara dengan suhu seminus-minusnya, apalah apalah lainnya :D. Iya kan... iyain aja deh, hehe
          Subhanallah gitu ya, padahal kalau kita tau ni sholat subuh itu banyak keutamannya apalagi kalau dikerjakan  tepat pada waktunya, gak ditunda-tunda kaya jadi sholat dhuha, eits yang ketawa berarti sering ngelakuin :D. We know guys, sholat rawatib subuh alias sholat sunnah sebelum sholat subuh aja diibaratkan kita mendapat semua kebaikan yang ada di seluruh alam semesta, masyaallah apalagi sholat subuhnya tuh. Allah berfirman “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’:78)
         Tuu kan kalaupun kita bermimpi jadi artis ditonton ribuan fans aja bakal jauh terkalahkan dengan hanya sholat subuh yang bisa disaksikan para malaikat. Masyaallah..
Memang sih melaksankan sholat subuh godaannya banyak, udah pas enak-enak tidur, suhu mendukung serasa terbuai. Iya, terbuai syaitan. Jadi inget kata ibunda, “Kalau gak denger adzan subuh dan gak sholat tu berarti si syaitan BAK di telinga, dijadiin tempat duduk tu badan”. Keinget juga kata temen laila, “Kalau gak denger adzan subuh + gak sholat juga berarti lagi dikeloni (ditemeni bobok) sama syaitan. Hii serem kan
        Padahal jika kita meninggalkan sholat subuh maka akan dicap sebagai orang yang munafik, naudzubillaah. Seperti tertuang pada hadist “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak” (HR.Bukhari no.657 dan Muslim no.651)
         So, sebagai muslim-muslimah masa sih kita mau kalah sama syaitan, masa mau sih dikatakan orang munafik. Yuuk kita perangi, make a war with them. Kita kejar keutamaan sholat subuh, jadi pejuang subuh. Memang gak mudah, tapi kalau sekali aja kita bisa, bangganya Masyaallah apalagi berkali-kali, bangga-bangga kuadrat kan. Hehe
         Ada cerita beberapa muslimah yang mencoba mengistiqomahkan diri sebagai pejuang subuh yang settingnya pas bulan Ramadhan. Hijrah lagi, yaa kita belajar hijrah menjadi pejuang subuh. Kadang kita tau, kebanyakan orang setelah makan sahur didukung dengan suhu dan angin semilir rasanya memaksa tubuh untuk kembali berbaring dan menutupi dengan selimut, susah menghilangkan godaan ini. Tapi dengan niat kuat dan meraih keutamannya, beberapa muslimah asrama ini melangkahkan kakinya dengan penuh semangat walaupun masih diselingi dengan melingkarkan tangan ke badan karena dingin. Ssrrrr... semilir angin menyambut saat pintu keluar asrama dibuka, tapi tak mengurungkan niat para pejuang subuh. Bismillah..kaki pun melangkah
         Di perjalanan menuju masjid kampus, serasa ada perasaan bangga tersendiri. Bukan kami namanya kalau tidak ada celetukan. “Yess, kita bisa ngalahin syaitan,yess aku berhasil”, salah satu kata teman dengan begitu senangnya. “Kok gak keliatan Assalamu’alaikum yaa..”, Hadeee -_-. Ada aja yang kami bahas saat itu, di episode udah tau kan maksud “Assalamu’alaikum” dalam kalimat itu apa. Hehe
         Tapi kalau dipikir, begitulah idaman para ukhti kan. Yaps, mereka para muslim, para pemuda yang bisa memenangkan peperangan dengan syaitan saat akan meaksanakan sholat subuh. Mereka yang dengan langkah ringan menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah. “Perjalanan ke masjid adalah perjalanan yang paling sulit” begitulah kata yang pernah laila ketahui dari salah satu hadist “Perjalanan ke masjid adalah perjalanan yang paling sulit”, ya bukan perjalanmu wahai akhi untuk menakhlukkan beragam medan untuk mencapai pantai yang indah, bukan perjalananmu untuk menakhlukan puncak gunung tertinggi sekali pun dengan membawa sebuah nama, bukan, tapi buktikanlah dirimu sebagai calon imam sempurna dengan menakhlukan perjalanan ke masjid untuk sholat berjamaah. Sungguh dengan itu kau membuktikan kesiapan dirimu, untuk berjuang menegakkan sholat bagi dirimu apalagi dengan keluargamu kelak. Membuktikan kau mampu melawan syaitan, menjaga dirimu dari pintu neraka, apalagi menjaga keluargamu dari pintu neraka kelak. Masyaallah..
       Renungkan lagi salah satu keutamaan sholat berjamaah ini yuk, Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang sholat Isya’ berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya” (HR.Muslim no.656)
Astagfirullah, introspeksi diri kita kembali. Tidakkah kita mau mendapatkan segala keutamaan itu dengan izin Allah?, Ingat sahabat bukan kita yang menunggu hidayah datang dari Allah, tapi kita lah yang harus menjemput hidayah itu sendiri. Mari kita mulai belajar dari sekarang sahabat..
         Sebelum layla akhiri coretan kali ini, kembali ke pejuang subuh ni. Siapa sih yang gak luluh dengan para pejuang subuh?. Sampai-sampai dibuat film “Pejuang Subuh” yang Masyaallah isinya menyentuh banget. Masih ada gak ya pemuda muslim seperti itu? Ada, tentu ada. Oleh karena itu, yuuk para ukhti, akhi perbaiki dan persiapkan diri kita mulai sekarang. Belajar jadi pejuang subuh yuuk, eits tapi bukan karena niat ini-itu, serahkan pada sang Ar-Rahman, niat karena Allah SWT. Barakallah ukhti waa akhi..

Perangi Baper Yuuk



Assalamu’alaikum...
Bagaiman kabar hari ini sahabat? Super..
Apa tu Super? Suka Baper. Eh, semoga nggak ya sahabat.
Di awal sudah ada kata baper tu, yap sekalian kita tengokin yuk coretanlayla kali ini tentang kebaperan. Hehe


 Picture by : www.jevonlevin.com

“Aku suka cewek kaya gini ni..”, “Wahh..cewek idaman..”, bla bla berikut penggalan chat dengan beberapa temen. Iya temen, tapi kok kaya gitu. Seketika itu bagaimana menurut pendapat ukhti?, Yaa sebagai seorang cewek normal pastinya baper lah, iya baper..  Astaghirullahaladziim
        Apa sih baper ukh? Bahan Percobaan? Bahan Perebutan? Bahan Pertimbangan? Bantalan Perban? Ups tambah ngelantur jadinya. Baper, salah satu istilah yang lagi kece akhir-akhir ini ukh, berasal dari kalimat Bawa Perasaan = BAPER. Istilah ini banyak dipakai buat mereka yang dikit-dikit suka galau, apa-apa bawa perasaan yang dalem, juga bagi mereka yang peka hits kebangetan. Kriteria itu tentunya nggak jauh-jauh dari karakter seorang perempuan. Yaps, sebagian besar infeksi baper ini memang terjadi pada kaum hawa. Dibilang penyakit juga nggak, kadang ada sisi positif dibalik itu tergantung dari bagaimana seorang cewek menyikapinya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi masih aja banyak ditemukan mudhorot daripada manfaatnya. Masih bingung? Check this out..
       Kaum hawa memang diciptakan berhati lembut, perasa, dan dominan emosional dibanding berpikir logis itu yang laila tau dari beberapa bacaan. Ya memang secara logika hal itu dipengaruhi banyak hal, mulai dari hormon-hormon yang berbeda dengan kaum Adam yang sangat mempengaruhi karakter seorang cewek. Buktinya, tiap the moon comes to you (istilah kecenya dateng bulan alias menstruasi) gampang banget tuh kelihatan naik turunnya mood para cewek. Lingkungan juga nggak kalah pentingnya ukh bentuk karakter kita jadi perasa, banyaknya atau bahkan berlebihan perhatian sejak dini dan kurang mandiri alias selalu bergantung sama orang lain biasanya akan jadi peningkat kepekaan kita deh, tapi nggak semua kaya gini kok tergantung dari gimana cara kita-kita menyikapi baper ini.
      So, berbahaya gak sih baper ukh? Kembali lagi bagaimana cara kita menyikapi, contoh baper yang positif nih kecenya disebut empati. Misal, kita bertemu seorang kakek tua penjual sapu lidi di pinggir jalan, mungkin sebagian akhwat penuh iba, bawa perasaan empati itu sampe rasanya mau diborong aja tu sapu si kakek, jadi inget kakek sendiri, bahkan tanpa disadari mata mulai berkaca-kaca haru. Kelanjutannya, bisa jadi kita membeli barang dagangan si kakek atau bahkan mungkin hanya melihat dengan tak tega dari kejauhan. Tapi dari situlah sebenarnya ladang kita berbuat kebaikan dan pastinya  tak lupa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, atas segala keberuntungan dan penghidupan yang lebih baik.
          Nah gimana dengan baper yang negatif? Pasti sebagian pembaca atau bahkan semua (ups berarti pada baperan nih ^^) pernah mengalaminya, tak lain pasti hubungan lawan jenis, iya akhwat dan ikhwan. Dalam pergaulan semacam ini pastilah tak dapat dihindari yang namanya baper terutama bagi akhwat, tapi tidak menutup kemungkinan para ikhwan juga lho. Baper ini bisa dimulai dari mana aja, yang paling tajam dan pertama adalah pandangan, yap senjata bahaya nih ukh. Lewat pandangan banyak interpretasi yang didapat apalagi dengan lawan jenis. Pernah tau istilah “Dari mata turun ke hati” yap ini bukan sekedar istilah, pandangan bisa dikatakan sebagai bius awal yang bisa jadi membuat teduh atau malah membunuh. Membuat teduh maksudnya ketika kita bertemu dengan sesama akhwat atau ikhwan yang sama-sama berjuang di jalan Allah, nah pasti kita ingin selalu bertemu dengannya untuk sekedar diskusi, sharing pengalaman juga menjalin silaturrahmi. Tapi ingat hal ini maksudnya berlaku untuk sesama akhwat atau sesama ikhwan ya,
          Terus kalo yang membunuh maksudnya adalah ketika kita tak mampu menahan pandangan dari yang tak seharusnya kita pandang. Yap saling pandang memandang antara ikhwan dan akhwat. Bukan berarti kita tidak boleh saling bertatap, mau bicara harus selalu bawa hijab (pembatas) atau bahkan harus tutup mata sambil ngomong *lol*, bukan seperti itu. Maksudnya adalah ketika kita memandang seseorang itu timbul rasa kagum terhadap keelokan fisik atau apapun bentuknya sehingga timbul dalam hati rasa penasaran atau bahkan hingga ingin memiliki. Nah ini nih yang disebut bisa membunuh khususon buat yang belum pada halal ya. Dari berbahayanya media pandangan ini, di Al-Qur’an pun juga sudah disebutkan gengs. Mari kita baca Al-Qur’an surat An-Nuur :30-31)
                “ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”
                “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat...........”
Nah lho, masih mau ni pandang-pandangan yang bikin nambah dosa? Hehe

           Jurus yang kedua bisa bikin baper yaitu sikap. Yap bagaimana cara kita bertingkah laku dalam pergaulan kita sehari-hari apalagi dengan lawan jenis. Bukan berarti kita harus menutup diri, membatasi diri atau bahkan mengasingkan diri. Tapi bagaimana cara kita bisa menempatkan sikap itu sesuai dengan lawan bicara kita dan kondisi situasinya. Buat para akhwat, pintar-pintar menjaga sikap dan menginterpretasi sikap lawan bicara atau teman kita terutama ikhwan. Ada akhwat yang punya signal kuat, saking kuatnya segala sikap dari si ikhwan yang menurut sebagian orang adalah sikap biasa, misal sering menyapa ketika bertemu, suka mengingatkan teman-teman untuk sholat, dsb malah menjadi pandangan luar biasa bagi sebagian akhwat yang baperan. Maka dari itu, jangan pasang signal terlalu kuat sampe setara dengan 4G-LTE tu sekarang, bapernya bakalan nyangkut kemana-mana. Hadapi semua dengan wajar, berpikir sebelum bertindak, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Hehe

         Baper itu perlu, tapi jangan melulu. Baperlah yang positif, baperlah yang mampu membuat kita dekat dengan kebaikan dan selalu mengingat Allah. Baper akan indah ketika kita gunakan pada tempatnya. So, kuatkan iman kita, pertegak benteng izzah & iffah kita karena syaitan selalu mencari celah dan pasti berusaha menemukan jalan mulus dan jurus untuk mendekatkan kita pada keburukan dan kerugian. Keep hamasah ^^

Ahlan Wa Sahlan Yaa Qalbu



Assalamu'alaikum...
Ahlan wa sahlan sahabat sahabati ?
Apa kabar kamu? Harimu? Hatimu? Ups
Lanjut baca coretanlayla yuuk.. 

 
Picture by : www.muslimahcorner.com

Kenapa judulnya kaya gitu lay, yap apa kabar hati begitu kalau sudah diterjemahkan. Pas banget laila nulis ini di asrama kamar sebelah pas lagi dengerin lagunya trilogi Cinta Positif yang judulnya “Pangeran Surga” jeng  jeng pake backsound segala kan jadinya. Sudah nonton trilogi Cinta Positif yang judulnya itu belum? Menginspirasi ukh, eh jadi promosi deh. Hehe, lanjut dulu deh
Bicara masalah hati terutama buat akhwat so complicated banget kan ukh, banyak kejadian ini itu, ikhwan yang mampir sana sini, ups. Sekali lagi konteks kita bukan menjurus ke yang negatif ya ukh, bukan menjurus ke virus pacaran enggak sama sekali. Di edisi kali ini laila bakalan menulis seputar cinta tepatnya kisah perjuangan menjaga kefitrahan cinta yang selama ini sebagian besar disalahgunakan menjadi cinta yang keruh dan bahkan kotor, sayang sekali bukan.
Cinta diciptakan oleh Allah dalam keadaan fitrah (suci). Apakah kita tega membuat ciptaanNya yang begitu indah menjadi keruh dan ternoda?. Jangan wahai ukhti akhi, Allah menciptakan segala sesuatunya baik dan suci tentu dengan tujuan yang baik pula. Setiap manusia diciptakan dengan anugrah cinta. Hablumminallah dan hablumminannaas, cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama manusia meliputi RasulNya, orangtua, guru, teman dan semuanya gak perlu laila sebutin satu-satu kan, hehe. Oh ya juga meliputi semua makhluk ciptaanNya ya, tumbuhan, hewan, lingkungan kita pun juga. Seneng banget deh kalau ada orang yang gak hanya peduli akan sesama manusia tapi juga cinta lingkungan, penggemar tanaman, ataupun penyayang binatang tentunya binatang yang  boleh dipelihara sesuai syariat. Menyayangi makhluk ciptaan Allah merupakan salah satu aktualisasi kecintaan kita kepada Allah SWT. Ini merupakan salah satu arti cinta juga kan ukh J
Bicara soal cinta, pasti di usia-usia remaja hingga remaja akhir kita terukir cerita bagaimana kita mengenal cinta dan bahkan memahami cinta. Memahami cinta kepada Sang Pencipta, RasulNya dan kedua orangtua kita. Atau bahkan juga kita sudah mengenal cinta yang mungkin terjadi dengan para ikhwan. Mulai menjurus ni ceritanya, hehe
Gak ada yang salah kok dengan cinta kepada lawan jenis. Eits, tapi patut kita telaah lagi apa cinta itu asalnya dari Sang Maha Cinta atau dari syaitonirrojiim, wah susah kan dibedakan. Sekali lagi cinta itu fitrah, cinta itu suci, jika cinta benar-benar dari Sang Maha Cinta tentulah akhirnya adalah suci bukan maksiat sana-sini.  Apa masih perlu dipertanyakan lagi cinta yang diwujudkan dengan gandengan berdua dengan bukan mahrom, jalan-jalan berdua, hangout berdua, makan berdua bahkan sepiring berdua, pokoknya yang berdua-dua (khalwat) dengan yang bukan mahrom adalah cinta karena Allah?. Pikir lagi deh bukan karena Allah jadinya, tapi karena bisikan syaitan yang telah membutakan cinta yang suci itu menjadi ternoda dengan maksiat bahkan itu juga dikatakan mendekati zina, wih ngeri kan. Padahal Allah sering mengingatkan kita kan dalam ayat indahnya di Al-Qur’an, ayo buka lagi Al-Qur’annya eh jangan hanya dibuka baca juga deh pasti bakalan sering menemukan kalimat “Laa Taqrobuzzinaa” artinya “ Janganlah sekali-kali kamu mendekati zina”. Allah sudah mengingatkan kita, mengapa masih banyak dari kita mengabaikan, mengabaikan Sang Pencipta, wah ini parah, Sang Pencipta saja diabaikan masih aja yakin dengan pemuda yang begini, bagaimana nantinya akan lebih mengabaikan ciptaanNya yang lain, perlu kita renungi.
Zina sendiri banyak macamnya bukan hanya satu arti zina yang mungkin sebagian besar kita tahu. Zina mata dengan memandangi yang tak seharusnya kita pandang misal memandang lawan jenis dengan mempunyai perasaan atau kekaguman tertentu di hati kita, zina telinga dengan mendengar perkataan yang tidak baik, mendengar gosip dan sebagainya, zina mulut dengan berkata tidak pantas atau membicarakan keburukan orang lain atau mengagumi sosok lawan jenis dengan menceritakannya ini itu kepada teman kita, zina kedua kaki dengan pergi jalan-jalan berdua, zina tangan dengan saling berpegangan bahkan zina hati, naudzubillaah.  
                Lalu apa kabar dengan hati kita, hati ini. Pernah sudah pasti disinggahi sang lebah. Tapi apakah kita membiarkannya mentah-mentah, jangan wahai ukhti, pagari hati kita dengan hiasan bunga langka yang hanya dimiliki muslimah yang sholehah yang tak semua lebah dapat menghampirinya, menghisap sarinya dan membawanya pergi begitu saja. Jadilah bunga abadi yang selalu setia menunggu sang lebah, satu-satunya lebah yang dengan sopan akan melewati pagarmu dengan izinNya, tidak hanya akan hinggap tapi akan setia bersamamu hingga dengannya bunga itu akan layu dan mati.
                Hati ini pasti rindu akan dia yang mampu membimbing hati agar selalu fitrah ketika kembali bersama kepada Sang Rabb nanti. Hati ini pasti akan menunggu dia yang tak hanya menyatakan perasaan dan niatnya padamu ukhti, tapi terlebih dahulu kepada Sang Pencipta lewat lantunan doanya dan tentunya kepada kedua orangtuamu yang tak lain cinta keduamu setelah Allah SWT, lalu biarkan dan izinkanlah dia menjadi cintamu yang ketiga.
                Cinta itu fitrah, biarkan dia datang kepadamu. Sapalah dan sambutlah dengan senang hati namun janganlah terlena, tunggulah disaat yang tepat. Semai, tanam dan tumbuhkan cintamu dengan selalu mengikhlaskan semua kepada Allah hingga nanti kau akan memetik hasil indahnya di waktu panen indah yang telah Allah gariskan. Meski kau pun memiliki perasaan yang sama ukhti, jangan biarkan perasaan cinta yang suci itu dijadikan alasan untuk membawamu dan dia ke lubang dosa. Jika kau mencintainya karena Allah, dia atau kau tak akan membiarkan salah satunya terjerumus ke dalam dosa. Lindungi dia, lindungi hatimu agar selalu berada di jalur yang tepat, jalur yang kalian harapkan akan membawa cinta kalian menuju pintu ibadah hingga membawa kalian bertemu Sang Maha Cinta di surga.
                Sabarlah ukhti, sabarlah akhi. Memang berat, tapi disinilah Allah akan melihat seberapa besar cinta manusia kepada Penciptanya akankah mampu dikalahkan oleh cinta kepada makhluk-Nya?. Yakinlah, Allah telah menyiapkan hati yang baik untuk hati lainnya yang baik pula dan begitupun sebaliknya seperti dalam penggalan ayat suci Al-Qur’an dalam surat An-Nur ayat 26 “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). So, tambah yakin kan? Maka dari itu yuk bersihkan hati kita, baikkan hati kita, dan persiapkan hati kita dengan selalu memantaskan diri dengan niat karena Allah Ta’ala, ingatlah pula untuk mencintai Allah melebihi cintamu pada makhlukNya. Masih terngiang kisah Zulaikha dan Yusuf A.S, dimana semakin Zulaikha mengejar cinta Yusuf, maka Allah jauhkan Yusuf darinya. Tetapi, semakin Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah dekatkan Yusuf untuknya. Masyaallah..
                Sabarlah hati, kuatkan pagar taqwamu, gembok hatimu dengan tawakkal, bentengi dirimu dengan cinta kepada Allah SWT. Yakinlah, dia yang tercipta untukmu suatu saat akan datang dengan izin dari pemilikmu, dengan kunci ketaqwaannya yang siap membuka gembok hatimu atas izin Allah SWT dan restu kedua orangtuamu, dan jadikanlah ia pemilik gembok dan kunci itu hingga mengembalikannya kepada Sang Pemilik di surgaNya nanti. Maka dari itu hati, tetaplah baik-baik saja karena Allah selalu bersamamu ^ Ahlan waa sahlan yaa Qalbu : Ana bikhoir, Insyallah ^