Jumat, 12 Februari 2016

Perangi Baper Yuuk



Assalamu’alaikum...
Bagaiman kabar hari ini sahabat? Super..
Apa tu Super? Suka Baper. Eh, semoga nggak ya sahabat.
Di awal sudah ada kata baper tu, yap sekalian kita tengokin yuk coretanlayla kali ini tentang kebaperan. Hehe


 Picture by : www.jevonlevin.com

“Aku suka cewek kaya gini ni..”, “Wahh..cewek idaman..”, bla bla berikut penggalan chat dengan beberapa temen. Iya temen, tapi kok kaya gitu. Seketika itu bagaimana menurut pendapat ukhti?, Yaa sebagai seorang cewek normal pastinya baper lah, iya baper..  Astaghirullahaladziim
        Apa sih baper ukh? Bahan Percobaan? Bahan Perebutan? Bahan Pertimbangan? Bantalan Perban? Ups tambah ngelantur jadinya. Baper, salah satu istilah yang lagi kece akhir-akhir ini ukh, berasal dari kalimat Bawa Perasaan = BAPER. Istilah ini banyak dipakai buat mereka yang dikit-dikit suka galau, apa-apa bawa perasaan yang dalem, juga bagi mereka yang peka hits kebangetan. Kriteria itu tentunya nggak jauh-jauh dari karakter seorang perempuan. Yaps, sebagian besar infeksi baper ini memang terjadi pada kaum hawa. Dibilang penyakit juga nggak, kadang ada sisi positif dibalik itu tergantung dari bagaimana seorang cewek menyikapinya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi masih aja banyak ditemukan mudhorot daripada manfaatnya. Masih bingung? Check this out..
       Kaum hawa memang diciptakan berhati lembut, perasa, dan dominan emosional dibanding berpikir logis itu yang laila tau dari beberapa bacaan. Ya memang secara logika hal itu dipengaruhi banyak hal, mulai dari hormon-hormon yang berbeda dengan kaum Adam yang sangat mempengaruhi karakter seorang cewek. Buktinya, tiap the moon comes to you (istilah kecenya dateng bulan alias menstruasi) gampang banget tuh kelihatan naik turunnya mood para cewek. Lingkungan juga nggak kalah pentingnya ukh bentuk karakter kita jadi perasa, banyaknya atau bahkan berlebihan perhatian sejak dini dan kurang mandiri alias selalu bergantung sama orang lain biasanya akan jadi peningkat kepekaan kita deh, tapi nggak semua kaya gini kok tergantung dari gimana cara kita-kita menyikapi baper ini.
      So, berbahaya gak sih baper ukh? Kembali lagi bagaimana cara kita menyikapi, contoh baper yang positif nih kecenya disebut empati. Misal, kita bertemu seorang kakek tua penjual sapu lidi di pinggir jalan, mungkin sebagian akhwat penuh iba, bawa perasaan empati itu sampe rasanya mau diborong aja tu sapu si kakek, jadi inget kakek sendiri, bahkan tanpa disadari mata mulai berkaca-kaca haru. Kelanjutannya, bisa jadi kita membeli barang dagangan si kakek atau bahkan mungkin hanya melihat dengan tak tega dari kejauhan. Tapi dari situlah sebenarnya ladang kita berbuat kebaikan dan pastinya  tak lupa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, atas segala keberuntungan dan penghidupan yang lebih baik.
          Nah gimana dengan baper yang negatif? Pasti sebagian pembaca atau bahkan semua (ups berarti pada baperan nih ^^) pernah mengalaminya, tak lain pasti hubungan lawan jenis, iya akhwat dan ikhwan. Dalam pergaulan semacam ini pastilah tak dapat dihindari yang namanya baper terutama bagi akhwat, tapi tidak menutup kemungkinan para ikhwan juga lho. Baper ini bisa dimulai dari mana aja, yang paling tajam dan pertama adalah pandangan, yap senjata bahaya nih ukh. Lewat pandangan banyak interpretasi yang didapat apalagi dengan lawan jenis. Pernah tau istilah “Dari mata turun ke hati” yap ini bukan sekedar istilah, pandangan bisa dikatakan sebagai bius awal yang bisa jadi membuat teduh atau malah membunuh. Membuat teduh maksudnya ketika kita bertemu dengan sesama akhwat atau ikhwan yang sama-sama berjuang di jalan Allah, nah pasti kita ingin selalu bertemu dengannya untuk sekedar diskusi, sharing pengalaman juga menjalin silaturrahmi. Tapi ingat hal ini maksudnya berlaku untuk sesama akhwat atau sesama ikhwan ya,
          Terus kalo yang membunuh maksudnya adalah ketika kita tak mampu menahan pandangan dari yang tak seharusnya kita pandang. Yap saling pandang memandang antara ikhwan dan akhwat. Bukan berarti kita tidak boleh saling bertatap, mau bicara harus selalu bawa hijab (pembatas) atau bahkan harus tutup mata sambil ngomong *lol*, bukan seperti itu. Maksudnya adalah ketika kita memandang seseorang itu timbul rasa kagum terhadap keelokan fisik atau apapun bentuknya sehingga timbul dalam hati rasa penasaran atau bahkan hingga ingin memiliki. Nah ini nih yang disebut bisa membunuh khususon buat yang belum pada halal ya. Dari berbahayanya media pandangan ini, di Al-Qur’an pun juga sudah disebutkan gengs. Mari kita baca Al-Qur’an surat An-Nuur :30-31)
                “ Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”
                “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat...........”
Nah lho, masih mau ni pandang-pandangan yang bikin nambah dosa? Hehe

           Jurus yang kedua bisa bikin baper yaitu sikap. Yap bagaimana cara kita bertingkah laku dalam pergaulan kita sehari-hari apalagi dengan lawan jenis. Bukan berarti kita harus menutup diri, membatasi diri atau bahkan mengasingkan diri. Tapi bagaimana cara kita bisa menempatkan sikap itu sesuai dengan lawan bicara kita dan kondisi situasinya. Buat para akhwat, pintar-pintar menjaga sikap dan menginterpretasi sikap lawan bicara atau teman kita terutama ikhwan. Ada akhwat yang punya signal kuat, saking kuatnya segala sikap dari si ikhwan yang menurut sebagian orang adalah sikap biasa, misal sering menyapa ketika bertemu, suka mengingatkan teman-teman untuk sholat, dsb malah menjadi pandangan luar biasa bagi sebagian akhwat yang baperan. Maka dari itu, jangan pasang signal terlalu kuat sampe setara dengan 4G-LTE tu sekarang, bapernya bakalan nyangkut kemana-mana. Hadapi semua dengan wajar, berpikir sebelum bertindak, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Hehe

         Baper itu perlu, tapi jangan melulu. Baperlah yang positif, baperlah yang mampu membuat kita dekat dengan kebaikan dan selalu mengingat Allah. Baper akan indah ketika kita gunakan pada tempatnya. So, kuatkan iman kita, pertegak benteng izzah & iffah kita karena syaitan selalu mencari celah dan pasti berusaha menemukan jalan mulus dan jurus untuk mendekatkan kita pada keburukan dan kerugian. Keep hamasah ^^

3 komentar:

  1. Assalamualaikum ukhty cantikk..
    Kata katanya bagus bikin senyum senyum sendiri wkwk
    Semoga saya bisa baper yang positif meskipun tidak dipungkiri sering baper yang negatif😅😅 makasih mbak lai sudah mengingatkan.. #salamsayang

    BalasHapus
  2. Wa'alaikumsalam Wr.Wb
    Ukhti cantik
    Wah wah ketauan kan, wkwk
    Aamiin sama2 bljar ni, sling mngingatkan ya
    Makasii sdh mampir di coretanlayla ya cantik #kembalisayang

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus