Assalamu’alaikum...
Bagaiman kabar hari ini sahabat? Super..
Apa tu Super? Suka Baper.
Eh, semoga nggak ya sahabat.
Di awal sudah ada kata
baper tu, yap sekalian kita tengokin yuk coretanlayla kali ini tentang
kebaperan. Hehe
Picture by : www.jevonlevin.com
Apa sih baper ukh? Bahan Percobaan? Bahan Perebutan?
Bahan Pertimbangan? Bantalan Perban? Ups tambah ngelantur jadinya. Baper, salah
satu istilah yang lagi kece akhir-akhir ini ukh, berasal dari kalimat Bawa
Perasaan = BAPER. Istilah ini banyak dipakai buat mereka yang dikit-dikit suka
galau, apa-apa bawa perasaan yang dalem, juga bagi mereka yang peka hits
kebangetan. Kriteria itu tentunya nggak jauh-jauh dari karakter seorang
perempuan. Yaps, sebagian besar infeksi baper ini memang terjadi pada kaum hawa.
Dibilang penyakit juga nggak, kadang ada sisi positif dibalik itu tergantung
dari bagaimana seorang cewek menyikapinya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi masih
aja banyak ditemukan mudhorot daripada manfaatnya. Masih bingung? Check
this out..
Kaum hawa memang diciptakan berhati lembut, perasa, dan dominan
emosional dibanding berpikir logis itu yang laila tau dari beberapa bacaan. Ya
memang secara logika hal itu dipengaruhi banyak hal, mulai dari hormon-hormon
yang berbeda dengan kaum Adam yang sangat mempengaruhi karakter seorang cewek. Buktinya,
tiap the moon comes to you (istilah
kecenya dateng bulan alias menstruasi) gampang banget tuh kelihatan naik
turunnya mood para cewek. Lingkungan juga nggak kalah pentingnya ukh bentuk
karakter kita jadi perasa, banyaknya atau bahkan berlebihan perhatian sejak
dini dan kurang mandiri alias selalu bergantung sama orang lain biasanya akan
jadi peningkat kepekaan kita deh, tapi nggak semua kaya gini kok tergantung
dari gimana cara kita-kita menyikapi baper ini.
So, berbahaya gak sih baper ukh? Kembali lagi bagaimana cara kita
menyikapi, contoh baper yang positif nih kecenya disebut empati. Misal, kita
bertemu seorang kakek tua penjual sapu lidi di pinggir jalan, mungkin sebagian
akhwat penuh iba, bawa perasaan empati itu sampe rasanya mau diborong aja tu
sapu si kakek, jadi inget kakek sendiri, bahkan tanpa disadari mata mulai
berkaca-kaca haru. Kelanjutannya, bisa jadi kita membeli barang dagangan si
kakek atau bahkan mungkin hanya melihat dengan tak tega dari kejauhan. Tapi
dari situlah sebenarnya ladang kita berbuat kebaikan dan pastinya tak lupa bersyukur atas nikmat yang telah
Allah berikan, atas segala keberuntungan dan penghidupan yang lebih baik.
Nah gimana dengan baper yang negatif? Pasti sebagian pembaca atau
bahkan semua (ups berarti pada baperan nih ^^) pernah mengalaminya, tak lain
pasti hubungan lawan jenis, iya akhwat dan ikhwan. Dalam pergaulan semacam ini
pastilah tak dapat dihindari yang namanya baper terutama bagi akhwat, tapi
tidak menutup kemungkinan para ikhwan juga lho. Baper ini bisa dimulai dari
mana aja, yang paling tajam dan pertama adalah pandangan, yap senjata bahaya
nih ukh. Lewat pandangan banyak interpretasi yang didapat apalagi dengan lawan
jenis. Pernah tau istilah “Dari mata turun ke hati” yap ini bukan sekedar
istilah, pandangan bisa dikatakan sebagai bius awal yang bisa jadi membuat
teduh atau malah membunuh. Membuat teduh maksudnya ketika kita bertemu dengan
sesama akhwat atau ikhwan yang sama-sama berjuang di jalan Allah, nah pasti
kita ingin selalu bertemu dengannya untuk sekedar diskusi, sharing pengalaman
juga menjalin silaturrahmi. Tapi ingat hal ini maksudnya berlaku untuk sesama
akhwat atau sesama ikhwan ya,
Terus kalo yang membunuh maksudnya adalah ketika kita tak mampu menahan
pandangan dari yang tak seharusnya kita pandang. Yap saling pandang memandang
antara ikhwan dan akhwat. Bukan berarti kita tidak boleh saling bertatap, mau
bicara harus selalu bawa hijab (pembatas) atau bahkan harus tutup mata sambil
ngomong *lol*, bukan seperti itu. Maksudnya adalah ketika kita memandang
seseorang itu timbul rasa kagum terhadap keelokan fisik atau apapun bentuknya
sehingga timbul dalam hati rasa penasaran atau bahkan hingga ingin memiliki.
Nah ini nih yang disebut bisa membunuh khususon buat yang belum pada halal ya.
Dari berbahayanya media pandangan ini, di Al-Qur’an pun juga sudah disebutkan
gengs. Mari kita baca Al-Qur’an surat An-Nuur :30-31)
“ Katakanlah kepada
orang laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara
kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah
Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”
“Dan katakanlah
kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara
kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang
(biasa) terlihat...........”
Nah lho, masih mau ni pandang-pandangan
yang bikin nambah dosa? Hehe
Jurus yang kedua bisa
bikin baper yaitu sikap. Yap bagaimana cara kita bertingkah laku dalam
pergaulan kita sehari-hari apalagi dengan lawan jenis. Bukan berarti kita harus
menutup diri, membatasi diri atau bahkan mengasingkan diri. Tapi bagaimana cara
kita bisa menempatkan sikap itu sesuai dengan lawan bicara kita dan kondisi
situasinya. Buat para akhwat, pintar-pintar menjaga sikap dan menginterpretasi
sikap lawan bicara atau teman kita terutama ikhwan. Ada akhwat yang punya
signal kuat, saking kuatnya segala sikap dari si ikhwan yang menurut sebagian
orang adalah sikap biasa, misal sering menyapa ketika bertemu, suka
mengingatkan teman-teman untuk sholat, dsb malah menjadi pandangan luar biasa
bagi sebagian akhwat yang baperan. Maka dari itu, jangan pasang signal terlalu
kuat sampe setara dengan 4G-LTE tu sekarang, bapernya bakalan nyangkut
kemana-mana. Hadapi semua dengan wajar, berpikir sebelum bertindak, jangan
terlalu cepat mengambil kesimpulan. Hehe
Baper itu perlu, tapi jangan melulu. Baperlah yang positif, baperlah
yang mampu membuat kita dekat dengan kebaikan dan selalu mengingat Allah. Baper
akan indah ketika kita gunakan pada tempatnya. So, kuatkan iman kita, pertegak
benteng izzah & iffah kita karena syaitan selalu mencari celah dan pasti
berusaha menemukan jalan mulus dan jurus untuk mendekatkan kita pada keburukan
dan kerugian. Keep hamasah ^^

Assalamualaikum ukhty cantikk..
BalasHapusKata katanya bagus bikin senyum senyum sendiri wkwk
Semoga saya bisa baper yang positif meskipun tidak dipungkiri sering baper yang negatif😅😅 makasih mbak lai sudah mengingatkan.. #salamsayang
Wa'alaikumsalam Wr.Wb
BalasHapusUkhti cantik
Wah wah ketauan kan, wkwk
Aamiin sama2 bljar ni, sling mngingatkan ya
Makasii sdh mampir di coretanlayla ya cantik #kembalisayang
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus