Assalamu'alaikum...
Ahlan wa sahlan sahabat sahabati ?
Apa kabar kamu? Harimu? Hatimu? Ups
Lanjut baca coretanlayla yuuk..
Picture by : www.muslimahcorner.com
Kenapa judulnya kaya gitu lay, yap apa kabar hati begitu kalau sudah
diterjemahkan. Pas banget laila nulis ini di asrama kamar sebelah pas lagi
dengerin lagunya trilogi Cinta Positif yang judulnya “Pangeran Surga” jeng jeng pake backsound segala kan jadinya. Sudah
nonton trilogi Cinta Positif yang judulnya itu belum? Menginspirasi
ukh, eh jadi promosi deh. Hehe, lanjut dulu deh
Bicara masalah hati terutama buat akhwat so complicated banget kan ukh,
banyak kejadian ini itu, ikhwan yang mampir sana sini, ups. Sekali lagi konteks
kita bukan menjurus ke yang negatif ya ukh, bukan menjurus ke virus pacaran
enggak sama sekali. Di edisi kali ini laila bakalan menulis seputar cinta
tepatnya kisah perjuangan menjaga kefitrahan cinta yang selama ini sebagian
besar disalahgunakan menjadi cinta yang keruh dan bahkan kotor, sayang sekali
bukan.
Cinta diciptakan oleh Allah dalam keadaan fitrah (suci). Apakah kita tega
membuat ciptaanNya yang begitu indah menjadi keruh dan ternoda?. Jangan wahai ukhti akhi, Allah menciptakan
segala sesuatunya baik dan suci tentu dengan tujuan yang baik pula. Setiap
manusia diciptakan dengan anugrah cinta. Hablumminallah dan hablumminannaas,
cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama manusia meliputi RasulNya, orangtua,
guru, teman dan semuanya gak perlu laila sebutin satu-satu kan, hehe. Oh ya
juga meliputi semua makhluk ciptaanNya ya, tumbuhan, hewan, lingkungan kita pun
juga. Seneng banget deh kalau ada orang yang gak hanya peduli akan sesama manusia
tapi juga cinta lingkungan, penggemar tanaman, ataupun penyayang binatang
tentunya binatang yang boleh dipelihara
sesuai syariat. Menyayangi makhluk ciptaan Allah merupakan salah satu
aktualisasi kecintaan kita kepada Allah SWT. Ini merupakan salah satu arti
cinta juga kan ukh J
Bicara soal cinta, pasti di usia-usia remaja hingga remaja akhir kita
terukir cerita bagaimana kita mengenal cinta dan bahkan memahami cinta.
Memahami cinta kepada Sang Pencipta, RasulNya dan kedua orangtua kita. Atau
bahkan juga kita sudah mengenal cinta yang mungkin terjadi dengan para ikhwan. Mulai
menjurus ni ceritanya, hehe
Gak ada yang salah kok dengan cinta kepada lawan jenis. Eits, tapi patut
kita telaah lagi apa cinta itu asalnya dari Sang Maha Cinta atau dari
syaitonirrojiim, wah susah kan dibedakan. Sekali lagi cinta itu fitrah, cinta
itu suci, jika cinta benar-benar dari Sang Maha Cinta tentulah akhirnya adalah
suci bukan maksiat sana-sini. Apa masih
perlu dipertanyakan lagi cinta yang diwujudkan dengan gandengan berdua dengan
bukan mahrom, jalan-jalan berdua, hangout berdua, makan berdua bahkan sepiring
berdua, pokoknya yang berdua-dua (khalwat) dengan yang bukan mahrom adalah
cinta karena Allah?. Pikir lagi deh
bukan karena Allah jadinya, tapi karena bisikan syaitan yang telah membutakan
cinta yang suci itu menjadi ternoda dengan maksiat bahkan itu juga dikatakan
mendekati zina, wih ngeri kan. Padahal Allah sering mengingatkan kita kan dalam
ayat indahnya di Al-Qur’an, ayo buka lagi Al-Qur’annya eh jangan hanya dibuka baca
juga deh pasti bakalan sering menemukan kalimat “Laa Taqrobuzzinaa” artinya “
Janganlah sekali-kali kamu mendekati zina”. Allah sudah mengingatkan kita,
mengapa masih banyak dari kita mengabaikan, mengabaikan Sang Pencipta, wah ini
parah, Sang Pencipta saja diabaikan masih aja yakin dengan pemuda yang begini,
bagaimana nantinya akan lebih mengabaikan ciptaanNya yang lain, perlu kita
renungi.
Zina sendiri banyak macamnya bukan hanya satu arti zina yang mungkin
sebagian besar kita tahu. Zina mata dengan memandangi yang tak seharusnya kita
pandang misal memandang lawan jenis dengan mempunyai perasaan atau kekaguman
tertentu di hati kita, zina telinga dengan mendengar perkataan yang tidak baik,
mendengar gosip dan sebagainya, zina mulut dengan berkata tidak pantas atau membicarakan
keburukan orang lain atau mengagumi sosok lawan jenis dengan menceritakannya
ini itu kepada teman kita, zina kedua kaki dengan pergi jalan-jalan berdua,
zina tangan dengan saling berpegangan bahkan zina hati, naudzubillaah.
Lalu apa kabar dengan hati kita,
hati ini. Pernah sudah pasti disinggahi sang lebah. Tapi apakah kita
membiarkannya mentah-mentah, jangan wahai ukhti, pagari hati kita dengan hiasan
bunga langka yang hanya dimiliki muslimah yang sholehah yang tak semua lebah
dapat menghampirinya, menghisap sarinya dan membawanya pergi begitu saja.
Jadilah bunga abadi yang selalu setia menunggu sang lebah, satu-satunya lebah
yang dengan sopan akan melewati pagarmu dengan izinNya, tidak hanya akan hinggap
tapi akan setia bersamamu hingga dengannya bunga itu akan layu dan mati.
Hati ini pasti rindu akan dia
yang mampu membimbing hati agar selalu fitrah ketika kembali bersama kepada
Sang Rabb nanti. Hati ini pasti akan menunggu dia yang tak hanya menyatakan
perasaan dan niatnya padamu ukhti, tapi terlebih dahulu kepada Sang Pencipta
lewat lantunan doanya dan tentunya kepada kedua orangtuamu yang tak lain cinta
keduamu setelah Allah SWT, lalu biarkan dan izinkanlah dia menjadi cintamu yang
ketiga.
Cinta itu fitrah, biarkan dia
datang kepadamu. Sapalah dan sambutlah dengan senang hati namun janganlah
terlena, tunggulah disaat yang tepat. Semai, tanam dan tumbuhkan cintamu dengan
selalu mengikhlaskan semua kepada Allah hingga nanti kau akan memetik hasil
indahnya di waktu panen indah yang telah Allah gariskan. Meski kau pun memiliki
perasaan yang sama ukhti, jangan biarkan perasaan cinta yang suci itu dijadikan
alasan untuk membawamu dan dia ke lubang dosa. Jika kau mencintainya karena
Allah, dia atau kau tak akan membiarkan salah satunya terjerumus ke dalam dosa.
Lindungi dia, lindungi hatimu agar selalu berada di jalur yang tepat, jalur
yang kalian harapkan akan membawa cinta kalian menuju pintu ibadah hingga
membawa kalian bertemu Sang Maha Cinta di surga.
Sabarlah ukhti, sabarlah akhi.
Memang berat, tapi disinilah Allah akan melihat seberapa besar cinta manusia
kepada Penciptanya akankah mampu dikalahkan oleh cinta kepada makhluk-Nya?. Yakinlah, Allah telah menyiapkan hati yang
baik untuk hati lainnya yang baik pula dan begitupun sebaliknya seperti dalam
penggalan ayat suci Al-Qur’an dalam surat An-Nur ayat 26 “Perempuan-perempuan
yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan
yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang
baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). So,
tambah yakin kan? Maka dari itu yuk bersihkan
hati kita, baikkan hati kita, dan persiapkan hati kita dengan selalu
memantaskan diri dengan niat karena Allah Ta’ala, ingatlah pula untuk mencintai
Allah melebihi cintamu pada makhlukNya. Masih terngiang kisah Zulaikha dan
Yusuf A.S, dimana semakin Zulaikha mengejar cinta Yusuf, maka Allah jauhkan
Yusuf darinya. Tetapi, semakin Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah dekatkan
Yusuf untuknya. Masyaallah..
Sabarlah hati, kuatkan pagar taqwamu,
gembok hatimu dengan tawakkal, bentengi dirimu dengan cinta kepada Allah SWT. Yakinlah,
dia yang tercipta untukmu suatu saat akan datang dengan izin dari pemilikmu,
dengan kunci ketaqwaannya yang siap membuka gembok hatimu atas izin Allah SWT
dan restu kedua orangtuamu, dan jadikanlah ia pemilik gembok dan kunci itu
hingga mengembalikannya kepada Sang Pemilik di surgaNya nanti. Maka dari itu
hati, tetaplah baik-baik saja karena Allah selalu bersamamu ^ Ahlan waa sahlan
yaa Qalbu : Ana bikhoir, Insyallah ^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar