Jumat, 12 Februari 2016

Pejuang Subuh Bikin Luluh



Assalamu’alaikum sahabat sahabati..
Coretan kedua terproduksi, yuuk tengokin

         “Assholaatu khoirumminannauum...”, Sholat itu lebih baik daripada tidur. Kalimat indah ini selalu teriang menyambut fajar. Pengingat kita, panggilan kita untuk mendekatkan diri dengan sang pencipta di permulaan fajar. Tapi bagaimana respon kita, tak dipungkiri pasti diantara kita malah menaikkan posisi selimut, melungker ngalahin ulat, pura-pura gak denger lanjut tidur lagi, ngerasa tiba-tiba di kutub utara dengan suhu seminus-minusnya, apalah apalah lainnya :D. Iya kan... iyain aja deh, hehe
          Subhanallah gitu ya, padahal kalau kita tau ni sholat subuh itu banyak keutamannya apalagi kalau dikerjakan  tepat pada waktunya, gak ditunda-tunda kaya jadi sholat dhuha, eits yang ketawa berarti sering ngelakuin :D. We know guys, sholat rawatib subuh alias sholat sunnah sebelum sholat subuh aja diibaratkan kita mendapat semua kebaikan yang ada di seluruh alam semesta, masyaallah apalagi sholat subuhnya tuh. Allah berfirman “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’:78)
         Tuu kan kalaupun kita bermimpi jadi artis ditonton ribuan fans aja bakal jauh terkalahkan dengan hanya sholat subuh yang bisa disaksikan para malaikat. Masyaallah..
Memang sih melaksankan sholat subuh godaannya banyak, udah pas enak-enak tidur, suhu mendukung serasa terbuai. Iya, terbuai syaitan. Jadi inget kata ibunda, “Kalau gak denger adzan subuh dan gak sholat tu berarti si syaitan BAK di telinga, dijadiin tempat duduk tu badan”. Keinget juga kata temen laila, “Kalau gak denger adzan subuh + gak sholat juga berarti lagi dikeloni (ditemeni bobok) sama syaitan. Hii serem kan
        Padahal jika kita meninggalkan sholat subuh maka akan dicap sebagai orang yang munafik, naudzubillaah. Seperti tertuang pada hadist “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak” (HR.Bukhari no.657 dan Muslim no.651)
         So, sebagai muslim-muslimah masa sih kita mau kalah sama syaitan, masa mau sih dikatakan orang munafik. Yuuk kita perangi, make a war with them. Kita kejar keutamaan sholat subuh, jadi pejuang subuh. Memang gak mudah, tapi kalau sekali aja kita bisa, bangganya Masyaallah apalagi berkali-kali, bangga-bangga kuadrat kan. Hehe
         Ada cerita beberapa muslimah yang mencoba mengistiqomahkan diri sebagai pejuang subuh yang settingnya pas bulan Ramadhan. Hijrah lagi, yaa kita belajar hijrah menjadi pejuang subuh. Kadang kita tau, kebanyakan orang setelah makan sahur didukung dengan suhu dan angin semilir rasanya memaksa tubuh untuk kembali berbaring dan menutupi dengan selimut, susah menghilangkan godaan ini. Tapi dengan niat kuat dan meraih keutamannya, beberapa muslimah asrama ini melangkahkan kakinya dengan penuh semangat walaupun masih diselingi dengan melingkarkan tangan ke badan karena dingin. Ssrrrr... semilir angin menyambut saat pintu keluar asrama dibuka, tapi tak mengurungkan niat para pejuang subuh. Bismillah..kaki pun melangkah
         Di perjalanan menuju masjid kampus, serasa ada perasaan bangga tersendiri. Bukan kami namanya kalau tidak ada celetukan. “Yess, kita bisa ngalahin syaitan,yess aku berhasil”, salah satu kata teman dengan begitu senangnya. “Kok gak keliatan Assalamu’alaikum yaa..”, Hadeee -_-. Ada aja yang kami bahas saat itu, di episode udah tau kan maksud “Assalamu’alaikum” dalam kalimat itu apa. Hehe
         Tapi kalau dipikir, begitulah idaman para ukhti kan. Yaps, mereka para muslim, para pemuda yang bisa memenangkan peperangan dengan syaitan saat akan meaksanakan sholat subuh. Mereka yang dengan langkah ringan menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah. “Perjalanan ke masjid adalah perjalanan yang paling sulit” begitulah kata yang pernah laila ketahui dari salah satu hadist “Perjalanan ke masjid adalah perjalanan yang paling sulit”, ya bukan perjalanmu wahai akhi untuk menakhlukkan beragam medan untuk mencapai pantai yang indah, bukan perjalananmu untuk menakhlukan puncak gunung tertinggi sekali pun dengan membawa sebuah nama, bukan, tapi buktikanlah dirimu sebagai calon imam sempurna dengan menakhlukan perjalanan ke masjid untuk sholat berjamaah. Sungguh dengan itu kau membuktikan kesiapan dirimu, untuk berjuang menegakkan sholat bagi dirimu apalagi dengan keluargamu kelak. Membuktikan kau mampu melawan syaitan, menjaga dirimu dari pintu neraka, apalagi menjaga keluargamu dari pintu neraka kelak. Masyaallah..
       Renungkan lagi salah satu keutamaan sholat berjamaah ini yuk, Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang sholat Isya’ berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya” (HR.Muslim no.656)
Astagfirullah, introspeksi diri kita kembali. Tidakkah kita mau mendapatkan segala keutamaan itu dengan izin Allah?, Ingat sahabat bukan kita yang menunggu hidayah datang dari Allah, tapi kita lah yang harus menjemput hidayah itu sendiri. Mari kita mulai belajar dari sekarang sahabat..
         Sebelum layla akhiri coretan kali ini, kembali ke pejuang subuh ni. Siapa sih yang gak luluh dengan para pejuang subuh?. Sampai-sampai dibuat film “Pejuang Subuh” yang Masyaallah isinya menyentuh banget. Masih ada gak ya pemuda muslim seperti itu? Ada, tentu ada. Oleh karena itu, yuuk para ukhti, akhi perbaiki dan persiapkan diri kita mulai sekarang. Belajar jadi pejuang subuh yuuk, eits tapi bukan karena niat ini-itu, serahkan pada sang Ar-Rahman, niat karena Allah SWT. Barakallah ukhti waa akhi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar