Assalamu’alaikum
sahabat sahabati..
Coretan
kedua terproduksi, yuuk tengokin
“Assholaatu
khoirumminannauum...”, Sholat itu lebih baik daripada tidur. Kalimat indah ini
selalu teriang menyambut fajar. Pengingat kita, panggilan kita untuk mendekatkan
diri dengan sang pencipta di permulaan fajar. Tapi bagaimana respon kita, tak
dipungkiri pasti diantara kita malah menaikkan posisi selimut, melungker
ngalahin ulat, pura-pura gak denger lanjut tidur lagi, ngerasa tiba-tiba di
kutub utara dengan suhu seminus-minusnya, apalah apalah lainnya :D. Iya kan...
iyain aja deh, hehe
Subhanallah gitu ya, padahal
kalau kita tau ni sholat subuh itu banyak keutamannya apalagi kalau
dikerjakan tepat pada waktunya, gak ditunda-tunda
kaya jadi sholat dhuha, eits yang ketawa berarti sering ngelakuin :D. We know
guys, sholat rawatib subuh alias sholat sunnah sebelum sholat subuh aja
diibaratkan kita mendapat semua kebaikan yang ada di seluruh alam semesta,
masyaallah apalagi sholat subuhnya tuh. Allah berfirman “Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam
dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan
(oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’:78)
Tuu kan kalaupun kita bermimpi jadi
artis ditonton ribuan fans aja bakal jauh terkalahkan dengan hanya sholat subuh
yang bisa disaksikan para malaikat. Masyaallah..
Memang sih melaksankan sholat
subuh godaannya banyak, udah pas enak-enak tidur, suhu mendukung serasa
terbuai. Iya, terbuai syaitan. Jadi inget kata ibunda, “Kalau gak denger adzan
subuh dan gak sholat tu berarti si syaitan BAK di telinga, dijadiin tempat
duduk tu badan”. Keinget juga kata temen laila, “Kalau gak denger adzan subuh +
gak sholat juga berarti lagi dikeloni (ditemeni
bobok) sama syaitan. Hii serem kan
Padahal jika kita meninggalkan
sholat subuh maka akan dicap sebagai orang yang munafik, naudzubillaah. Seperti
tertuang pada hadist “Sesungguhnya shalat
yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan
sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka
akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak” (HR.Bukhari no.657 dan
Muslim no.651)
So, sebagai muslim-muslimah masa
sih kita mau kalah sama syaitan, masa mau sih dikatakan orang munafik. Yuuk
kita perangi, make a war with them.
Kita kejar keutamaan sholat subuh, jadi pejuang subuh. Memang gak mudah, tapi
kalau sekali aja kita bisa, bangganya Masyaallah apalagi berkali-kali,
bangga-bangga kuadrat kan. Hehe
Ada cerita beberapa muslimah yang
mencoba mengistiqomahkan diri sebagai pejuang subuh yang settingnya pas bulan
Ramadhan. Hijrah lagi, yaa kita belajar hijrah menjadi pejuang subuh. Kadang
kita tau, kebanyakan orang setelah makan sahur didukung dengan suhu dan angin
semilir rasanya memaksa tubuh untuk kembali berbaring dan menutupi dengan
selimut, susah menghilangkan godaan ini. Tapi dengan niat kuat dan meraih
keutamannya, beberapa muslimah asrama ini melangkahkan kakinya dengan penuh
semangat walaupun masih diselingi dengan melingkarkan tangan ke badan karena
dingin. Ssrrrr... semilir angin menyambut saat pintu keluar asrama dibuka, tapi
tak mengurungkan niat para pejuang subuh. Bismillah..kaki pun melangkah
Di perjalanan menuju masjid
kampus, serasa ada perasaan bangga tersendiri. Bukan kami namanya kalau tidak
ada celetukan. “Yess, kita bisa ngalahin syaitan,yess aku berhasil”, salah satu
kata teman dengan begitu senangnya. “Kok gak keliatan Assalamu’alaikum yaa..”,
Hadeee -_-. Ada aja yang kami bahas saat itu, di episode udah tau kan maksud
“Assalamu’alaikum” dalam kalimat itu apa. Hehe
Tapi kalau dipikir, begitulah
idaman para ukhti kan. Yaps, mereka para muslim, para pemuda yang bisa
memenangkan peperangan dengan syaitan saat akan meaksanakan sholat subuh.
Mereka yang dengan langkah ringan menuju masjid untuk sholat subuh berjamaah.
“Perjalanan ke masjid adalah perjalanan yang paling sulit” begitulah kata yang
pernah laila ketahui dari salah satu hadist “Perjalanan ke masjid adalah
perjalanan yang paling sulit”, ya bukan perjalanmu wahai akhi untuk
menakhlukkan beragam medan untuk mencapai pantai yang indah, bukan perjalananmu
untuk menakhlukan puncak gunung tertinggi sekali pun dengan membawa sebuah
nama, bukan, tapi buktikanlah dirimu sebagai calon imam sempurna dengan menakhlukan
perjalanan ke masjid untuk sholat berjamaah. Sungguh dengan itu kau membuktikan
kesiapan dirimu, untuk berjuang menegakkan sholat bagi dirimu apalagi dengan
keluargamu kelak. Membuktikan kau mampu melawan syaitan, menjaga dirimu dari
pintu neraka, apalagi menjaga keluargamu dari pintu neraka kelak. Masyaallah..
Renungkan lagi salah satu
keutamaan sholat berjamaah ini yuk, Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang sholat Isya’ berjama’ah maka seolah-olah dia telah
shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat subuh berjamaah
maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya” (HR.Muslim no.656)
Astagfirullah, introspeksi diri
kita kembali. Tidakkah kita mau mendapatkan segala keutamaan itu dengan izin
Allah?, Ingat sahabat bukan kita yang
menunggu hidayah datang dari Allah, tapi kita lah yang harus menjemput hidayah
itu sendiri. Mari kita mulai belajar dari sekarang sahabat..
Sebelum layla akhiri coretan kali
ini, kembali ke pejuang subuh ni. Siapa sih yang gak luluh dengan para pejuang
subuh?. Sampai-sampai dibuat film
“Pejuang Subuh” yang Masyaallah isinya menyentuh banget. Masih ada gak ya
pemuda muslim seperti itu? Ada,
tentu ada. Oleh karena itu, yuuk para ukhti, akhi perbaiki dan persiapkan diri
kita mulai sekarang. Belajar jadi pejuang subuh yuuk, eits tapi bukan karena
niat ini-itu, serahkan pada sang Ar-Rahman, niat karena Allah SWT. Barakallah ukhti
waa akhi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar