Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Assalamu’alaikum warahmatullah
wabarokaatuh..
Alhamdulillah di
kesempatan ini Layla akan melanjutkan “Menjemput Jodoh Impian” Part II InsyaAllah dengan isi yang tidak kalah
menarik dengan Part.I karena isinya juga akan ada beberapa kisah nyata yang
disampaikan pemateri. Let’s check this
out..
Pernah mendengar
atau suka lagu yang ditulis Kang Abay di Trilogi Cinta Positif?
Yap, lagu-lagu
yang bikin baper positif sekaligus membuat kita kembali berusaha mencintai
Allah SWT dengan sebenar-benar cinta dan berusaha untuk tidak bergantung dan
berharap lebih pada manusia. Lagu yang dituliskan Kang Abay ini liriknya juga
terinspirasi dari Al-Qur’an dan Hadist lho,
Alhamdulillah di
Seminar Pra-Nikah kemarin juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Kang
Abay juga sang penyanyi “Mencintai Kehilangan” dan “Pernikahan Impian” Kang
Anandito Dwis, Al-Ustadz Sang Pakar Cinta Ust.Darlis Fajar, dan Founder Teladan
Rasul Kang Arif Rahman Lubis yang semuanya datang langsung dari Bandung, seketika rindu Bandung dan segala macam
suasananya.. hhihi, Semoga Allah memberikan kesempatan untuk bisa
menginjakkan kaki di tanah Pasundan lagi suatu saat, Aamiin
Di kesempatan itu
beliau-beliau juga memberikan kisah dan pengalaman yang sangat mengena dan
semakin menguatkan hati InsyaAllah, berikut
beberapa kisah yang beliau-beliau sampaikan,
Kisah ini
diawali dengan pertanyaan,
Apakah tujuan menikah?
Kembali luruskan tujuan untuk menikah. Menikahlah lillaah, menikahlah
untuk tujuan ibadah kepada Allah SWT. Bukan tujuan menikah hanya sekedar
bahagia, karena syarat bahagia adalah bersyukur kepada Allah, niscaya dengan
bersyukur kita akan selalu merasa bahagia dan Allah akan mencukupkan nikmat
untuk kita. Bukan semata pernikahan dan kebahagiaan yang merupakan target kita
tapi ketenangan hidup dalam melangkah bersama menggapai Ridho-Nya.
Apakah yang dimaksud dengan Jodoh?
Seseorang yang diYAKINi akan
dipertemukan saat pernikahan. Mengapa tulisan YAKIN harus dipertegas? Karena
jodoh bukan semata atas dasar cinta, tapi juga keyakinan dalam hati dengan
mantap memilih dia menjadi teman hidup untuk bersama menggapai ridho Allah
dalam sebuah ikatan janji yang suci. Perasaan Yakin itu lebih besar
dibandingkan dengan Cinta. Paling mudahnya untuk membuktikan ini adalah coba
saja tanyakan orang sekitar kalian yang mohon
maaf berpacaran jika mereka ditanya apakah antara keduanya saling
mencintai, tentulah pasti jawabannya “iyalah,
saling cinta banget” atau “iyalah,
kalau gak saliing suka saling cinta gak bakal pacaran juga”, lalu seketika
itu jika kita lontarkan pertanyaan lagi “kenapa
kalian tidak menikah saja?” dan
pasti jawabannya “hmmm...mmm itu masih
nanti”, “mmmm..belum lah belum mantap buat nikah” nah lhooo kan. Yap
begitulah, insyaAllah jika hati kita sudah yakin meskipun kita tidak pernah
kenal dengan si dia atau sebelumnya mengenalnya biasa saja tanpa ada rasa
cinta, dengan keyakinan yang besar Allah pula akan menumbuhkan rasa cinta pada
keduanya, MasyaAllah...Karena keyakinan adalah suatu karunia dari Allah, maka
memohonlah kepada Allah SWT.
Lalu bagaimana kita menjemput jodoh?
Kita sudah pernah membahasnya di Part 1 ya, intinya berusalah kita
mencintai Allah Sang Maha Cinta, fokus pada perbaikan diri dengan niat Lillaah,
dan apabila ada seorang yang datang kepadamu dengan maksud baik (tentunya mendatangi sang ayah atau wali si
akhwat dulu ya, hihi) utamakanlah dia dari karakternya (taqwa) dan lihatlah
proposal hidupnya (segala visi, misi, program dan tujuan hidupnya ke depan).
Lalu ada nih pertanyaan, Bagaimana jika yang datang dengan niat baik untuk
mengkhitbah adalah seorang ikhwan yang baru lulus kuliah, mungkin masih akan
memulai pekerjaan dengan kondisi ekonomi yang belum tentu meyakinkan, tapi
keistimewaannya dia ikhwan yang Insyaallah
dijamin sholeh, mencintai Allah dan Rasul dan mencintai dakwah? Apa jawabanmu
wahai ukhti? Masih berfikir keras?
Jawablah iya,
pilihlah dia, alasannya tentu sudah ada di Part 1 ya, InsyaAllah dengan orang
yang sholeh kebahagiaan bukan hanya semata akan didapat di dunia tapi juga di
akhirat bersama di JannahNya, dengan niat yang lurus dan sekali lagi keyakinan InsyaAllah Allah akan menaungi, Allah
akan membantu, Allah akan membukakan pintu rezeki, dan InsyaAllah sang ikhwan yang sholeh akan selalu membuktikan usahanya
untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
Masih belum
yakin? Dibawah ini kisah nyata yang dialami sang adik perempuan dari Kang Abay,
Adik perempuan Kang Abay adalah seorang wanita sederhana yang baru saja
lulus kuliah dalam cerita ini kita sebut saja teteh, memang sebelumnya beberapa ikhwan memiliki ketertarikan pada
teteh namun mendekatinya langsung
melalui teteh, tidak ada ikhwan yang
mendekati melalui wali teteh yakni
Kang Abay karena ayah Kang Abay telah meninggal dunia sejak keduanya masih
kecil. Suatu ketika, ada seorang ikhwan yang mengkontak Kang Abay melalui akun
FBnya, tapi beliau tidak menanggapi karena merasa tidak mengenal ikhwan itu,
beberapa kali si ikhwan mengkontak Kang Abay tetapi beliau tetap mengabaikan.
Tapi ternyata si Ikhwan tidak kehabisan cara, si ikhwan mencoba menghubungi
Kang Abay lewat teman dekat Kang Abay, akhirnya teman Kang Abay menyampaikan
bahwa maksud si Ikhwan tersebut baik. Hingga akhirnya, Kang Abay bersepakat
untuk bertemu dengan si Ikhwan, setelah bertemu dan memulai pembicaraan,
diketahui bahwa Ikhwan tersebut juga baru lulus kuliah, masih akan mencari
pekerjaan dan tujuan utamanya adalah untuk mengkhitbah teteh, adik Kang Abay sendiri. Tentu awalnya Kang Abay merasa tidak
yakin, hingga akhirnya Kang Abay meminta si ikhwan untuk membuat Proposal
Hidupnya. Singkat cerita si Ikhwan telah menuliskan Proposal Hidup seperti yang
Kang Abay minta yang berisi segala tujuan hidup yang ingin segera dicapai dan
juga cita-cita dan tekad ke depan semua tertulis jelas. Kang Abay pun akhirnya
membahas Proposal si Ikhwan bersama ibunya dan tentu juga teteh, setelah membahas dan berdiskusi tentang si Ikhwan dengan
proposal hidupnya akhirnya teteh dengan
mantap menjawab menerima si Ikhwan. Alasannya antara lain karena isi dari
proposal hidup si Ikhwan yang sangat mantap dan sikap serta usaha selama ini
yang ditunjukkan si Ikhwan kepada Kang Abay membuat teteh semakin yakin. Hingga akhirnya Allah menyatukan teteh dan si ikhwan dalam pernikahan.
Dan lanjutan
kisah teteh dan si Ikhwan ini membuat
saya semakin terkagum setelah Kang Abay melanjutkan kisahnya, maka lanjutkanlah
untuk membaca kisahnya, hehe
Dalam melewati awal-awal pernikahan keduanya sungguh berjuang bersama. Si
Ikhwan terus berikhtiar menggapai segala apa yang ia tuliskan dalam proposal
hidupnya, awalnya si Ikhwan menjadi sebuah karyawan di suatu perusahaan hampir
kurang lebih 3 tahun, saat itu pun ia barengi dengan mengikuti berbagai
pelatihan untuk meningkatkan potensi dirinya bahkan hinngga pulang larut malam,
singkat cerita setelah tiga tahun menjadi seorang karyawan, si Ikhwan
memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memutuskan untuk membuat usaha
sendiri. Dan usaha yang dirintis dengan sabar tahun demi tahun akhirnya
membuahkan hasil, si Ikhwan kini berhasil membuat usaha tanpa dari hutang
sebelumnya dan omset yang dicapai per bulan kini hingga 200 juta rupiah, MasyaAllah..
Dan kini pun
keduanya telah memiliki seorang putri dan memiliki sebuah rumah baru dari hasil
usahanya. Qodarullah, cita-cita yang
tertulis dalam proposal hidup si Ikhwan pada saat itu adalah menjadi seorang
pengusaha. MasyaAllah, tergetar hati saya mendengar kisah ini, sungguh janji
Allah adalah benar, dan Allah akan memberikan keberkahan dan bantuan bagi
hambaNya yang berani bertekad, berikhtiar dan mempunyai tujuan baik. Ada saja
jalan yang akan Allah berikan untuk menggapainya.
Maka kekuatan
doa dan cita-cita antara lain adalah dengan menuliskan segala target dan impian
kita agar tidak terbawa angin angan begitu saja, karena dengan niat baik saja
InsyaAllah Allah SWT akan mencatatnya sebagai sebuah amal kebaikan. ^^
Ada pula teori
yang disampaikan oleh Kang Abay mengenai bagaimana cara menjemput jodoh yakni
dengan prinsip 3M :
- Mengikhlaskan
Mengikhlaskan
memang terasa berat, mengikhlaskan bukan sekedar melepas, mengikhlaskan berarti
menerima segala ketentuan Allah SWT. Mengikhlaskan adalah 100% Pekerjaan Hati
yang harus dihadapi dengan penuh kesungguhan. Apabila jatuh cinta sebelum
menikah biarkan Cinta itu Dalam Ikhlas, meski masing-masing memiliki
kecenderungan hati namun janganlah menyimpan ekspektasi harus dia yang akan
menjadi jodoh kita kelak. Pasrahkan semua kepada Allah sehingga Allah yang
menjadi satu-satunya harapan kita.
Cinta
itu belajar mengikhlaskan bukan memiliki, karena yang dicintai adalah kepunyaan
Allah, maka akan dipisahkan ataupun disatukan atas izin dan Ridho-Nya.
Tetapi
jika engkau jatuh cinta saat ta’aruf bukan berarti bebas diumbar, tetapi
terapkan cinta dalam hati sampai akhirnya disatukan dalam pernikahan
- Memantaskan Diri
Pantaskanlah
diri, perbaiki diri karena Allah SWT bukan karena Jodoh, karena kita tidak tahu
siapa yang akan menjemput kita terlebih dahulu, diakah Jodoh atau Allah melalui
kematian.
- Mendapatkan
InsyaAllah
apabila kita telah mengikhlaskan dan memantaskan diri karena Allah SWT, Allah pula
akan memberikan yang pantas untuk kita, dan kita akan mendapatkan apa-apa yang
diridhoi Allah SWT. Aamiin
Lalu, dari semua itu bagaimana cara kita
agar selalu merasa bahagia dan dalam ketenangan?
Pertama, jagalah
komunikasi dengan Allah SWT, jangan sekali-kali lalai atau bahkan meninggalkan
sholat, karena yang akan ditanyakan pertama kali nanti di akhirat adalah
bagaimana sholat kita.
Kedua, cintailah
Al-Qur’an, baca dan pahami artinya serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tambahkan juga dengan membaca siroh nabawiyah (kisah Rasulullah SAW), Kisah
Ummul Mukminin agar kita semakin cinta kepadanya.
Dan ketiga,
jagalah kesucian diri (menjaga wudhu) dan dzikrullah setiap waktu, InsyaAllah
hati kita menjadi tenang.
Yuk mulai
sekarang tetaplah kobarkan semangat untuk terus berjuang di jalan Allah, cintai
Allah dulu, maka Allah akan menebarkan seluruh cintanya untuk kita dari penjuru
bumi manapun. Sekian tulisan Layla kali ini, mohon maaf apabila ada kata yang
kurang berkenan, semoga bermanfaat, sekali lagi terimakasih kepada para
pemateri yang berbagi ilmu luar biasa dan kembali membangkitkan semangat
SingleLillaah, dan harapan mereka pula semoga semua SingleLillah yang
menghadiri Seminar Pra-Nikah kemarin akan menjadi alumnus SingleLillaah segera,
Aamiin (doa ini juga teruntuk para pembaca tentunya) hehe. Sampai jumpa di
tulisan Layla selanjutnya, InsyaAllah..
Syukron
katsiir..
Akhiirul kalam,
subhaanakallahumma wabihamdika, asyhaduallaa ilaaha illa anta, astaghfiruka
wa’atuubu ilaik,
Wassalamu’alaikum
warahmatullah wabarokatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar