Selasa, 28 Februari 2017

Menjemput Jodoh Impian #Part 2



Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarokaatuh..

      Alhamdulillah di kesempatan ini Layla akan melanjutkan “Menjemput Jodoh Impian” Part II InsyaAllah dengan isi yang tidak kalah menarik dengan Part.I karena isinya juga akan ada beberapa kisah nyata yang disampaikan pemateri. Let’s check this out..
Pernah mendengar atau suka lagu yang ditulis Kang Abay di Trilogi Cinta Positif?
Yap, lagu-lagu yang bikin baper positif sekaligus membuat kita kembali berusaha mencintai Allah SWT dengan sebenar-benar cinta dan berusaha untuk tidak bergantung dan berharap lebih pada manusia. Lagu yang dituliskan Kang Abay ini liriknya juga terinspirasi dari Al-Qur’an dan Hadist lho,
        Alhamdulillah di Seminar Pra-Nikah kemarin juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Kang Abay juga sang penyanyi “Mencintai Kehilangan” dan “Pernikahan Impian” Kang Anandito Dwis, Al-Ustadz Sang Pakar Cinta Ust.Darlis Fajar, dan Founder Teladan Rasul Kang Arif Rahman Lubis yang semuanya datang langsung dari Bandung, seketika rindu Bandung dan segala macam suasananya.. hhihi, Semoga Allah memberikan kesempatan untuk bisa menginjakkan kaki di tanah Pasundan lagi suatu saat, Aamiin
       Di kesempatan itu beliau-beliau juga memberikan kisah dan pengalaman yang sangat mengena dan semakin menguatkan hati InsyaAllah, berikut beberapa kisah yang beliau-beliau sampaikan,
Kisah ini diawali dengan pertanyaan,

Apakah tujuan menikah?
Kembali luruskan tujuan untuk menikah. Menikahlah lillaah, menikahlah untuk tujuan ibadah kepada Allah SWT. Bukan tujuan menikah hanya sekedar bahagia, karena syarat bahagia adalah bersyukur kepada Allah, niscaya dengan bersyukur kita akan selalu merasa bahagia dan Allah akan mencukupkan nikmat untuk kita. Bukan semata pernikahan dan kebahagiaan yang merupakan target kita tapi ketenangan hidup dalam melangkah bersama menggapai Ridho-Nya.

Apakah yang dimaksud dengan Jodoh?
Seseorang yang diYAKINi akan dipertemukan saat pernikahan. Mengapa tulisan YAKIN harus dipertegas? Karena jodoh bukan semata atas dasar cinta, tapi juga keyakinan dalam hati dengan mantap memilih dia menjadi teman hidup untuk bersama menggapai ridho Allah dalam sebuah ikatan janji yang suci. Perasaan Yakin itu lebih besar dibandingkan dengan Cinta. Paling mudahnya untuk membuktikan ini adalah coba saja tanyakan orang sekitar kalian yang mohon maaf berpacaran jika mereka ditanya apakah antara keduanya saling mencintai, tentulah pasti jawabannya “iyalah, saling cinta banget” atau “iyalah, kalau gak saliing suka saling cinta gak bakal pacaran juga”, lalu seketika itu jika kita lontarkan pertanyaan lagi “kenapa kalian tidak menikah saja?” dan pasti jawabannya “hmmm...mmm itu masih nanti”, “mmmm..belum lah belum mantap buat nikah” nah lhooo kan. Yap begitulah, insyaAllah jika hati kita sudah yakin meskipun kita tidak pernah kenal dengan si dia atau sebelumnya mengenalnya biasa saja tanpa ada rasa cinta, dengan keyakinan yang besar Allah pula akan menumbuhkan rasa cinta pada keduanya, MasyaAllah...Karena keyakinan adalah suatu karunia dari Allah, maka memohonlah kepada Allah SWT.

Lalu bagaimana kita menjemput jodoh?
Kita sudah pernah membahasnya di Part 1 ya, intinya berusalah kita mencintai Allah Sang Maha Cinta, fokus pada perbaikan diri dengan niat Lillaah, dan apabila ada seorang yang datang kepadamu dengan maksud baik (tentunya mendatangi sang ayah atau wali si akhwat dulu ya, hihi) utamakanlah dia dari karakternya (taqwa) dan lihatlah proposal hidupnya (segala visi, misi, program dan tujuan hidupnya ke depan). Lalu ada nih pertanyaan, Bagaimana jika yang datang dengan niat baik untuk mengkhitbah adalah seorang ikhwan yang baru lulus kuliah, mungkin masih akan memulai pekerjaan dengan kondisi ekonomi yang belum tentu meyakinkan, tapi keistimewaannya dia ikhwan yang Insyaallah dijamin sholeh, mencintai Allah dan Rasul dan mencintai dakwah? Apa jawabanmu wahai ukhti? Masih berfikir keras?
Jawablah iya, pilihlah dia, alasannya tentu sudah ada di Part 1 ya, InsyaAllah dengan orang yang sholeh kebahagiaan bukan hanya semata akan didapat di dunia tapi juga di akhirat bersama di JannahNya, dengan niat yang lurus dan sekali lagi keyakinan InsyaAllah Allah akan menaungi, Allah akan membantu, Allah akan membukakan pintu rezeki, dan InsyaAllah sang ikhwan yang sholeh akan selalu membuktikan usahanya untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
Masih belum yakin? Dibawah ini kisah nyata yang dialami sang adik perempuan dari Kang Abay,
Adik perempuan Kang Abay adalah seorang wanita sederhana yang baru saja lulus kuliah dalam cerita ini kita sebut saja teteh, memang sebelumnya beberapa ikhwan memiliki ketertarikan pada teteh namun mendekatinya langsung melalui teteh, tidak ada ikhwan yang mendekati melalui wali teteh yakni Kang Abay karena ayah Kang Abay telah meninggal dunia sejak keduanya masih kecil. Suatu ketika, ada seorang ikhwan yang mengkontak Kang Abay melalui akun FBnya, tapi beliau tidak menanggapi karena merasa tidak mengenal ikhwan itu, beberapa kali si ikhwan mengkontak Kang Abay tetapi beliau tetap mengabaikan. Tapi ternyata si Ikhwan tidak kehabisan cara, si ikhwan mencoba menghubungi Kang Abay lewat teman dekat Kang Abay, akhirnya teman Kang Abay menyampaikan bahwa maksud si Ikhwan tersebut baik. Hingga akhirnya, Kang Abay bersepakat untuk bertemu dengan si Ikhwan, setelah bertemu dan memulai pembicaraan, diketahui bahwa Ikhwan tersebut juga baru lulus kuliah, masih akan mencari pekerjaan dan tujuan utamanya adalah untuk mengkhitbah teteh, adik Kang Abay sendiri. Tentu awalnya Kang Abay merasa tidak yakin, hingga akhirnya Kang Abay meminta si ikhwan untuk membuat Proposal Hidupnya. Singkat cerita si Ikhwan telah menuliskan Proposal Hidup seperti yang Kang Abay minta yang berisi segala tujuan hidup yang ingin segera dicapai dan juga cita-cita dan tekad ke depan semua tertulis jelas. Kang Abay pun akhirnya membahas Proposal si Ikhwan bersama ibunya dan tentu juga teteh, setelah membahas dan berdiskusi tentang si Ikhwan dengan proposal hidupnya akhirnya teteh dengan mantap menjawab menerima si Ikhwan. Alasannya antara lain karena isi dari proposal hidup si Ikhwan yang sangat mantap dan sikap serta usaha selama ini yang ditunjukkan si Ikhwan kepada Kang Abay membuat teteh semakin yakin. Hingga akhirnya Allah menyatukan teteh dan si ikhwan dalam pernikahan.
Dan lanjutan kisah teteh dan si Ikhwan ini membuat saya semakin terkagum setelah Kang Abay melanjutkan kisahnya, maka lanjutkanlah untuk membaca kisahnya, hehe
Dalam melewati awal-awal pernikahan keduanya sungguh berjuang bersama. Si Ikhwan terus berikhtiar menggapai segala apa yang ia tuliskan dalam proposal hidupnya, awalnya si Ikhwan menjadi sebuah karyawan di suatu perusahaan hampir kurang lebih 3 tahun, saat itu pun ia barengi dengan mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan potensi dirinya bahkan hinngga pulang larut malam, singkat cerita setelah tiga tahun menjadi seorang karyawan, si Ikhwan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memutuskan untuk membuat usaha sendiri. Dan usaha yang dirintis dengan sabar tahun demi tahun akhirnya membuahkan hasil, si Ikhwan kini berhasil membuat usaha tanpa dari hutang sebelumnya dan omset yang dicapai per bulan kini hingga 200 juta rupiah, MasyaAllah..
           Dan kini pun keduanya telah memiliki seorang putri dan memiliki sebuah rumah baru dari hasil usahanya. Qodarullah, cita-cita yang tertulis dalam proposal hidup si Ikhwan pada saat itu adalah menjadi seorang pengusaha. MasyaAllah, tergetar hati saya mendengar kisah ini, sungguh janji Allah adalah benar, dan Allah akan memberikan keberkahan dan bantuan bagi hambaNya yang berani bertekad, berikhtiar dan mempunyai tujuan baik. Ada saja jalan yang akan Allah berikan untuk menggapainya.
Maka kekuatan doa dan cita-cita antara lain adalah dengan menuliskan segala target dan impian kita agar tidak terbawa angin angan begitu saja, karena dengan niat baik saja InsyaAllah Allah SWT akan mencatatnya sebagai sebuah amal kebaikan. ^^

Ada pula teori yang disampaikan oleh Kang Abay mengenai bagaimana cara menjemput jodoh yakni dengan prinsip 3M :

  • Mengikhlaskan

           Mengikhlaskan memang terasa berat, mengikhlaskan bukan sekedar melepas, mengikhlaskan berarti menerima segala ketentuan Allah SWT. Mengikhlaskan adalah 100% Pekerjaan Hati yang harus dihadapi dengan penuh kesungguhan. Apabila jatuh cinta sebelum menikah biarkan Cinta itu Dalam Ikhlas, meski masing-masing memiliki kecenderungan hati namun janganlah menyimpan ekspektasi harus dia yang akan menjadi jodoh kita kelak. Pasrahkan semua kepada Allah sehingga Allah yang menjadi satu-satunya harapan kita.
Cinta itu belajar mengikhlaskan bukan memiliki, karena yang dicintai adalah kepunyaan Allah, maka akan dipisahkan ataupun disatukan atas izin dan Ridho-Nya.
Tetapi jika engkau jatuh cinta saat ta’aruf bukan berarti bebas diumbar, tetapi terapkan cinta dalam hati sampai akhirnya disatukan dalam pernikahan

  • Memantaskan Diri

            Pantaskanlah diri, perbaiki diri karena Allah SWT bukan karena Jodoh, karena kita tidak tahu siapa yang akan menjemput kita terlebih dahulu, diakah Jodoh atau Allah melalui kematian.


  • Mendapatkan

               InsyaAllah apabila kita telah mengikhlaskan dan memantaskan diri karena Allah SWT, Allah pula akan memberikan yang pantas untuk kita, dan kita akan mendapatkan apa-apa yang diridhoi Allah SWT. Aamiin

       Lalu, dari semua itu bagaimana cara kita agar selalu merasa bahagia dan dalam ketenangan?
Pertama, jagalah komunikasi dengan Allah SWT, jangan sekali-kali lalai atau bahkan meninggalkan sholat, karena yang akan ditanyakan pertama kali nanti di akhirat adalah bagaimana sholat kita.
Kedua, cintailah Al-Qur’an, baca dan pahami artinya serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tambahkan juga dengan membaca siroh nabawiyah (kisah Rasulullah SAW), Kisah Ummul Mukminin agar kita semakin cinta kepadanya.
Dan ketiga, jagalah kesucian diri (menjaga wudhu) dan dzikrullah setiap waktu, InsyaAllah hati kita menjadi tenang.

          Yuk mulai sekarang tetaplah kobarkan semangat untuk terus berjuang di jalan Allah, cintai Allah dulu, maka Allah akan menebarkan seluruh cintanya untuk kita dari penjuru bumi manapun. Sekian tulisan Layla kali ini, mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan, semoga bermanfaat, sekali lagi terimakasih kepada para pemateri yang berbagi ilmu luar biasa dan kembali membangkitkan semangat SingleLillaah, dan harapan mereka pula semoga semua SingleLillah yang menghadiri Seminar Pra-Nikah kemarin akan menjadi alumnus SingleLillaah segera, Aamiin (doa ini juga teruntuk para pembaca tentunya) hehe. Sampai jumpa di tulisan Layla selanjutnya, InsyaAllah..
Syukron katsiir..
         Akhiirul kalam, subhaanakallahumma wabihamdika, asyhaduallaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa’atuubu ilaik,
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarokatuh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar